Breaking News
Trending Tags

Jumlah Pemudik Diprediksi Meningkat Tahun Ini, Capai 193,6 Juta Orang

  • account_circle Hasanah 013
  • calendar_month 28 Maret 2024, 03:46 WIB
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID, JABAR – Jumlah pemudik di Indonesia diprediksi meningkat pada Lebaran 2024, mencapai 193,6 juta orang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Ika Mardiah, mengungkapkan hal ini saat membuka Webinar Series Bidang Statistik Diskominfo Jabar di Kota Bandung dengan tema “Tantangan dan Solusi, Strategi Transportasi Aman dan Efisien Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2024.”

“Peningkatan jumlah pemudik tersebut akan berdampak pada volume kendaraan yang juga akan meningkat dan potensi kemacetan. Oleh karena itu, Bidang Statistik dalam Webinar Seriesnya kali ini mengangkat tema Tantangan dan Solusi, Strategi Transportasi Aman dan Efisien Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2024,” ujar Ika dalam zoom meeting, Rabu, 27 Maret 2024.

Webinar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan Suharto, Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Ayep Hanapi, dan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jabar AKBP Eti Haryati.

Ketiga narasumber memaparkan langkah-langkah antisipasi untuk mengurai kemacetan dan penanggulangan keadaan darurat.

Eti Haryati menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan dengan semua pihak untuk memberikan informasi dini tentang potensi kemacetan, sehingga jalur lalu lintas dapat dialihkan secara preventif.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah juga dilakukan untuk mengatasi pasar tumpah dan aktivitas lain yang dapat menyebabkan kemacetan.

“Kita berkoordinasi dengan semua pihak untuk memberi informasi dini jika terjadi potensi kemacetan di satu titik. Kita langsung akan alihkan jalur lalu lintas hindari kemacetan tersebut. Jadi tindakannya preventif,” ujar Eti Haryati

Polisi juga melakukan pengamanan di daerah tujuan wisata, daerah yang ditinggalkan pemudik, daerah rawan bencana, dan tempat ibadah.

PT KAI juga membuka layanan Motis gratis untuk pemudik yang menggunakan motor, sebagai upaya mengurangi volume kendaraan di jalan.

“Jadi orang dan motornya sekaligus kita angkut pakai kereta,” kata Ayep Hanapi

Menurutnya, kebijakan Motis itu untuk menanggulangi masih tingginya pemudik yang menggunakan motor bahkan untuk jarak jauh.

“Diperkirakan ada 31 juta lebih pemudik bermotor, tentunya ini selain membuat volume kendaraan di jalan semakin tinggi, juga membahayakan jika jarak jauh,” terangnya

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub Suharto menyebutkan bahwa arus mudik diperkirakan terjadi antara H-7 hingga H+2 Lebaran, sedangkan arus balik terjadi antara H+2 hingga H+7 Lebaran. Upaya-upaya ini diharapkan dapat menjaga kelancaran dan keamanan selama periode mudik Lebaran 2024.*** (Gilang)

  • Penulis: Hasanah 013
expand_less