Amnesty International Desak Evaluasi Menyeluruh terhadap Polri Usai Insiden Penembakan Warga Sipil
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month 27 November 2024
- visibility 132
- comment 0 Komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks untuk kenyamanan membaca.
Hasanah.id – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyoroti rentetan insiden penembakan oleh polisi di Semarang dan Bangka Barat sebagai bukti nyata meningkatnya pola kekerasan aparat kepolisian yang meresahkan.
“Baru saja publik terkejut dengan insiden polisi senior yang menembak polisi junior di Solok Selatan, Sumatera Barat. Kini, muncul kasus baru yang semakin menegaskan ada yang tidak beres dengan kepolisian kita,” kata Usman, Rabu (27/11/2024).
Ia mempertanyakan mengapa senjata api, yang seharusnya digunakan sebagai langkah terakhir, justru sering menjadi pilihan pertama yang mengakibatkan hilangnya nyawa.
Di Semarang, seorang remaja menjadi korban tewas dalam insiden penembakan yang diklaim dilakukan untuk menangani tawuran. “Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menabrak prinsip perlindungan hak asasi manusia, karena tidak proporsional, tidak perlu, dan tanpa akuntabilitas,” tambahnya.
Sementara itu, di Bangka Barat, aparat menembak mati seorang warga yang dituduh mencuri kelapa sawit. Menurut Usman, tindakan ini termasuk penghukuman tanpa proses hukum (extra-judicial killing) yang jelas melanggar norma hukum nasional maupun internasional.
- Penulis: Bobby Suryo

