Radiasi Terpantau di Fasilitas Nuklir Iran Usai Serangan Israel
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto Iran dan Israel. (Sumber: Shutterstock)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, NASIONAL – Radiasi terdeteksi di dalam Fasilitas Nuklir Iran di Natanz setelah serangan yang dilancarkan oleh Israel pada Jumat, (13/6/2025). Meski demikian, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa tingkat radiasi di luar fasilitas tersebut tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan bahwa jenis kontaminasi radioaktif yang ditemukan di dalam fasilitas Natanz terutama berupa partikel alfa. Ia menjelaskan bahwa partikel tersebut dapat ditangani dengan prosedur perlindungan yang sesuai.
“Tingkat radiasi di luar fasilitas Natanz tetap tidak berubah,” kata Grossi melalui pernyataan di platform X.
Sebelumnya, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, membenarkan bahwa telah terjadi serangan rudal oleh Israel yang menargetkan bagian bawah tanah dari fasilitas tersebut. Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Kamalvandi menyebutkan adanya kontaminasi di dalam area fasilitas, namun memastikan bahwa radiasi tidak menyebar ke luar lokasi.
“Beberapa kontaminasi terdeteksi di dalam fasilitas, tetapi tidak menyebar ke luar,” ujar Kamalvandi.
Ia juga menegaskan bahwa kontaminasi tersebut berada dalam tingkat yang tidak mengkhawatirkan.
Iran telah mengonfirmasi adanya kerusakan di Fasilitas Nuklir Natanz akibat serangan tersebut. Selain dampak fisik terhadap fasilitas, setidaknya enam ilmuwan nuklir Iran dilaporkan tewas dalam serangan itu, termasuk dua petinggi militer Iran: Hossein Salami, kepala Garda Revolusi Iran, dan Mohammad Bagheri, kepala staf angkatan bersenjata Iran.
- Penulis: Hasanah 012



