Breaking News
Trending Tags

Selamatkan Pelajar dari Jeratan Barak Militer : Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Barat Hadirkan Pelatihan Kepemimpinan

  • account_circle Hasanah 011
  • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025 08:44 WIB
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID, BANDUNG – Dalam rangka merespons kebijakan kontroversial Gubernur Jawa Barat terkait pengiriman pelajar nakal ke barak militer, Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Barat hadirkan ratusan pelajar se-Jawa Barat untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan.

Dengan tema “Membumikan Nilai Islam di kalangan Pelajar : Meretas Jalan Kader Umat dan Bangsa di Tengah Krisis Moral Zaman”.

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah mengirim pelajar nakal ke barak militer sejak 1 Mei 2025 di Purwakarta dan Bandung telah menimbulkan polemik akademis dan sosial.

Sebagai respons konstruktif terhadap problematika tersebut, PII Jawa Barat menawarkan paradigma alternatif melalui program Pelatihan Kepemimpinan Pelajar yang diselenggarakan pada 1-13 Juli 2025, di Bandung Barat.

Menurut Khazimi Ketua Umum PII Jawa Barat, dalam perspektif ilmu pendidikan, pendekatan militeristik terhadap pembinaan karakter pelajar dinilai tidak selaras dengan prinsip-prinsip pedagogis modern dan filosofi pendidikan humanis.

“Berdasarkan kajian teoritis dalam bidang psikologi perkembangan dan sosiologi pendidikan, pendekatan shock therapy yang mengandalkan disiplin militer berpotensi mengabaikan aspek-aspek fundamental dalam pembentukan karakter remaja”, ujar Khazimi

Khazimi menambahkan, “Paradigma pendidikan yang efektif harus dibangun atas fondasi penghormatan terhadap martabat manusia dan perlindungan hak-hak anak”,

Khazimi menyimpulkan, “Pendidikan terbaik bukan sebatas shock therapy, melainkan proses transformatif yang melibatkan internalisasi nilai-nilai positif melalui metode yang mengedukasi dan memberdayakan”.

Agung Cahya Firdaus Ketua 1 Bidang Kaderisasi, menyebutkan program ini mengusung pendekatan holistik yang mencakup training kepemimpinan bertingkat mulai dari tingkat dasar hingga lanjut yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan secara gradual dan terstruktur.

Menurut agung pelatihan ini menggunakan metodologi Training of Trainers (TOT) yang menghasilkan kader-kader penggerak, serta rangkaian kursus pengembangan diri yang fokus pada penguatan karakter, soft skills, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi tantangan zaman.

“Dalam konteks epistemologi pendidikan Islam, pembinaan karakter pelajar harus didasarkan pada prinsip-prinsip tazkiyah (pensucian jiwa) dan tarbiyah (pendidikan holistik) yang menekankan pada pengembangan potensi fitrah manusia secara optimal”, ujar Agung

Agung menambahkan, pendekatan ini sejalan dengan teori pendidikan transformatif yang dikembangkan oleh para ahli pendidikan kontemporer.
“Kami meyakini bahwa setiap pelajar memiliki potensi kepemimpinan yang dapat dikembangkan melalui pendekatan yang tepat,” tambah aktivis PII tersebut.

“Bukan melalui subordinasi dalam struktur militer, tetapi melalui pemberdayaan dalam kerangka nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamiin,” ungkap Agung menambahkan

PII Jabar merekomendasikan revisi paradigma kebijakan dari pendekatan punishment-oriented menjadi development-oriented dalam penanganan masalah perilaku pelajar, membangun sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan dalam mengembangkan program pembinaan karakter yang komprehensif serta mengadopsi model pembinaan yang melibatkan peran aktif komunitas lokal dan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pendidikan karakter. ujar Khazimi pada saat diwawancarai media 4 Juli 2025

Menurut Khazimi, Pelatihan Kepemimpinan ini merupakan bentuk kontribusi akademis PII Jawa Barat dalam diskursus pendidikan Jawa Barat.

Melalui pendekatan yang berbasis pada riset dan praktik terbaik dalam bidang pendidikan, PII berkomitmen untuk terus mengadvokasi sistem pendidikan yang menghormati hak-hak anak dan mengoptimalkan potensi generasi muda Indonesia. ujarnya.

Dalam sambutan juga Khazimi menyebutkan “Selamatkan pelajar dari jeratan paradigma militeristik yang reduksionis, dan berikanlah mereka kesempatan untuk berkembang melalui pendidikan yang humanis, transformatif, dan selaras dengan nilai-nilai luhur Islam,” pungkasnya. (**)

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 011
expand_less