Airlangga Ungkap Penyebab IHSG Anjlok ke 7000-an karena Investor FOMO
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month 3 Februari 2026
- visibility 196
- comment 0 Komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks untuk kenyamanan membaca.
BOGOR, Hasanah.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan kuat dan turun ke level yang sempat menyentuh sekitar 7.800–7.900 pada awal pekan ini, setelah penurunan tajam terjadi di pasar modal domestik. Pelemahan ini tidak lepas dari reaksi pasar terhadap sentimen global dan perilaku investor dalam negeri.
Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan terkait pelemahan IHSG yang terjadi. Ia menilai tekanan di pasar saham saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan memburuknya fundamental ekonomi maupun hilangnya kepercayaan investor asing. Menurutnya, koreksi indeks lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal serta respons sebagian investor terhadap dinamika kebijakan pasar modal.
Airlangga Hartarto: FOMO Investor Jadi Pendorong Koreksi IHSG
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa salah satu faktor utama di balik koreksi tajam IHSG adalah fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan investor. Ia menjelaskan bahwa perilaku investor yang bereaksi terhadap isu pasar modal menyebabkan aksi jual, terutama pada saham-saham dengan likuiditas rendah dan porsi saham publik (free float) yang kecil.
Investor Asing Masih Masuk
Airlangga menyebut arus dana asing justru masih menunjukkan tren positif. Hal ini menjadi indikator bahwa investor global tetap menaruh kepercayaan pada prospek pasar modal Indonesia.
- Penulis: Friska Putri Aryananta



