Kericuhan Antarwarga di Tual Memanas, Kapolres Terluka Saat Amankan Situasi
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026 15:07 WIB
- visibility 168
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kericuhan Antarwarga di Tual Memanas, Kapolres Terluka Saat Amankan Situasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Bentrokan antara dua kelompok warga terjadi di Kota Tual, Maluku, pada Selasa (24/2/2026). Insiden yang melibatkan warga Fiditan Kampung Lama dan Kampung Baru itu berlangsung hingga malam hari. Kedua kubu dilaporkan saling serang menggunakan berbagai benda berbahaya, termasuk bom molotov.
Dalam peristiwa tersebut, Kapolres Tual Whansi Des Asmoro mengalami luka akibat terkena anak panah saat berupaya membubarkan massa. Kericuhan diduga bermula dari saling sindir di media sosial yang kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik.
Ps Kasubsi PID Humas Polres Tual, Aipda Husinjaya Korwaka, menjelaskan bahwa Wakapolres Tual Roni F Manawan lebih dulu tiba di lokasi bersama personel Dalmas untuk melakukan pengamanan dan memberikan imbauan kepada warga. Tak lama kemudian, Kapolres Tual datang dan langsung memimpin upaya pembubaran.
Saat situasi masih memanas, sebuah anak panah mengenai lutut kiri bagian bawah Kapolres. Meski sempat terjadi perlawanan dari sebagian kelompok pemuda, aparat akhirnya berhasil mengendalikan keadaan dan meminta massa kembali ke pos pengamanan di depan puskesmas setempat.
Menanggapi insiden tersebut, Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Maluku, Yunus Serang, mengimbau masyarakat Tual untuk menahan diri dan menjaga ketertiban, terutama karena peristiwa ini terjadi di bulan Ramadan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan mempererat toleransi.
Menurutnya, stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga kewajiban bersama. Pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus RT dan RW diharapkan aktif melakukan pengawasan serta membangun kerja sama guna mencegah potensi konflik.
Yunus juga menekankan bahwa keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Saat ini, Tual tengah menarik perhatian investor di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, kota tersebut menjadi lokasi program nasional Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan salah satu titik pembangunan berada di Ohoi Lebetawi, Kecamatan Dullah Utara.
Ia berharap seluruh lapisan masyarakat dapat berperan aktif menjaga situasi tetap aman dan kondusif demi keberlangsungan pembangunan serta terciptanya suasana Ramadan yang damai dan penuh keberkahan.
- Penulis: Bobby Suryo




