Viral Baliho ‘Aku Harus Mati’ Bikin Warga Tak Nyaman, PDSKJI Buka Suara
- account_circle Aramuti Bunga Shakila
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026 20:08 WIB
- visibility 254
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan layar video viral baliho 'Aku Harus Mati'.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Media sosial sedang dihebohkan dengan kehadiran baliho ‘Aku Harus Mati’ yang terpampang di sejumlah ruang publik.
Visual dan narasi yang ditampilkan dianggap provokatif sehingga membuat warga tidak nyaman. Hal itu memicu kekhawatiran terhadap dampak psikologis masyarakat.
Menanggapi persoalan tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyatakan keprihatinan secara resmi.
PDSKJI menilai kalimat bernuansa keputusasaan di ruang publik dapat menjadi pemicu (trigger) yang berbahaya bagi individu dengan kerentanan mental.
PDSKJI juga menegaskan bahwa ruang publik dapat diakses oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang yang sedang berjuang melawan depresi.
“Paparan berulang pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat dapat meningkatkan distres, kecemasan, dan berpotensi menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau ide bunuh diri,” tulis Humas PP PDSKJI dalam rilis resminya, Minggu (5/4/26).
Tanpa mengesampingkan kebebasan berekspresi dalam karya seni, PDSKJI mengimbau pihak penyelenggara untuk meninjau kembali materi promosi tersebut.
“PDSKJI mengimbau agar materi promosi di ruang publik ditinjau kembali jika berpotensi memicu distres psikologis. Penting untuk menyertakan konteks edukatif atau pesan yang lebih aman,” tegas PDSKJI.
- Penulis: Aramuti Bunga Shakila




