Breaking News
Trending Tags

Harga Plastik Melonjak Tajam, Pramono Anung Ajak Warga Beralih ke Daun Pisang

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026 07:26 WIB
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Hasanah.id – Lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pramono Anung pun mengimbau masyarakat agar mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik dan beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, kondisi global yang memicu kenaikan harga plastik harus dijadikan momentum untuk berinovasi, terutama dalam penggunaan kemasan sehari-hari.

“Kebutuhan plastik ini memang harus dikurangi secara bertahap. Kita harus mulai mencari pengganti yang lebih ramah lingkungan,” ujar Pramono saat meninjau kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (13/4).

Harga Plastik Naik Hingga 40 Persen

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, harga plastik kemasan saat ini mengalami lonjakan cukup signifikan, yakni sekitar 30 hingga 40 persen. Kenaikan ini berdampak langsung pada pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman yang selama ini sangat bergantung pada plastik.

Elisabeth Ratu Rante Allo menjelaskan bahwa kenaikan harga ini tidak lepas dari dinamika geopolitik global, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang memanas sejak Maret 2026.

“Dari hasil pemantauan di lapangan, kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak akhir Maret dan masih berlanjut hingga awal April 2026,” jelasnya.

Adapun rincian harga menunjukkan kantong kresek kini mencapai Rp17.000 per pak atau naik sekitar 40 persen. Sementara itu, plastik jenis PET berada di kisaran Rp22.000 dan PE sekitar Rp21.000 per pak.

Kenaikan harga plastik tidak merata di seluruh wilayah. Jakarta Barat dan Jakarta Utara tercatat sebagai daerah dengan lonjakan harga paling tinggi. Selain itu, harga di pasaran juga cenderung fluktuatif, tergantung pada distribusi barang yang tersedia.

Situasi ini tentu menjadi tantangan bagi pelaku usaha kecil yang harus menyesuaikan biaya operasional mereka di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less