BMKG Tegaskan Kemarau 2026 Akan Lebih Kering, tapi Bukan yang Terparah
- account_circle Aramuti Bunga Shakila
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026 22:00 WIB
- visibility 169
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Beredar kabar bahwa kemarau 2026 di Indonesia akan menjadi yang terparah selama 30 tahun belakangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun buka suara dan menyatakan hal tersebut tidak benar.
BMKG menyebut musim kemarau 2026 memang bersifat lebih kering dibandingkan rata-rata selama 30 tahun, namun bukan yang terparah. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas El Nino.
“Musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan lebih kering bila dibandingkan dengan normalnya atau rata-ratanya selama 30 tahun, jadi bukan yang terparah sepanjang 30 tahun,” ungkap Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, Rabu (15/4/2026).
“Salah satu penyebabnya karena musim kemarau tahun ini dipengaruhi dengan aktifnya El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat,” sambungnya.
Melalui akun media sosial X, BMKG menegaskan bahwa isu kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir tidak benar.
“Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir,” tulis akun BMKG.
BMKG juga memberikan perbandingan musim kemarau yang lebih kering dibanding musim kemarau 2026. Di antaranya adalah musim kemarau tahun 1997, 2005, 2015 dan 2019.
- Penulis: Aramuti Bunga Shakila




