Breaking News
Trending Tags

‎Pemkot Cimahi Tegaskan Komitmen Bersih SPMB 2026/2027, Tak Ada Lagi Titip Menitip

  • account_circle kusnadi
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026 23:41 WIB
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID, CIMAHI – Menjelang berakhirnya semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) resmi mengawali proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

‎Kick off pelaksanaan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama Forkopimda Kota Cimahi di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP), Selasa (5/5/2026).

Wali Kota Ngatiyana yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa SPMB tahun ini tetap mengusung empat jalur utama, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

Skema ini dirancang untuk memastikan seluruh anak di Cimahi memiliki akses pendidikan yang adil dan merata.

Menurutnya, sistem ini tidak hanya soal penerimaan siswa baru, tetapi juga tentang menjamin hak dasar pendidikan tanpa diskriminasi.

“SPMB diselenggarakan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Tidak boleh ada anak yang kehilangan hak pendidikannya,” tegas Ngatiyana.

Di tengah tingginya kepadatan penduduk, Pemkot Cimahi memastikan daya tampung tetap memadai. Untuk jenjang SD, tersedia 9.742 kursi yang hampir sebanding dengan estimasi pendaftar sebanyak 9.740 siswa.

Sementara di jenjang SMP, daya tampung mencapai 11.284 siswa dengan perkiraan pendaftar sekitar 10.523 siswa.

Lebih lanjut, Ngatiyana menekankan bahwa seluruh proses SPMB mengacu pada regulasi dari pemerintah pusat hingga daerah, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Disdik Provinsi Jawa Barat.

Transparansi menjadi kunci utama agar masyarakat dapat mengakses layanan pendidikan tanpa hambatan.

Langkah strategis juga diperkuat melalui komitmen bersama Forkopimda untuk menutup celah praktik kecurangan.

“Jangan ada yang bermain-main di sini. Kita ingin SPMB bersih, tanpa titip-menitip yang merugikan masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas.

Menariknya, tahun ini terdapat tambahan komponen seleksi berupa nilai rapor dan Tes Kemampuan Akhir bagi siswa SD yang akan melanjutkan ke SMP.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan gambaran lebih komprehensif terhadap kemampuan akademik calon siswa.

Di sisi lain, Pemkot Cimahi juga membuka ruang solusi bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Masyarakat didorong untuk tidak ragu memilih sekolah swasta, karena pemerintah telah menyiapkan skema bantuan biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu yang terdata dalam DTSEN.

“Anak-anak harus tetap sekolah. Kami akan bantu, terutama bagi masyarakat kurang mampu, agar tidak ada alasan putus sekolah,” pungkas Ngatiyana.

Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Cimahi menegaskan bahwa SPMB 2026/2027 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya serius membangun sistem pendidikan yang inklusif, transparan, dan berpihak pada masa depan generasi muda.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: kusnadi
expand_less