Dramatis! 20 Pendaki Tersesat dan Terluka saat Gunung Dukono Erupsi, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Korban
- account_circle MFC Team
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026 13:41 WIB
- visibility 77
- comment 0 komentar
- print Cetak

20 pendaki tersesat dan terluka
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Halmahera Utara, Hasanah.id – Aksi penyelamatan heroik baru saja dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di Maluku Utara. Sebanyak 20 pendaki tersesat dan terluka saat melakukan pendakian di tengah kondisi Gunung Dukono erupsi. Peristiwa yang mencekam ini terjadi secara tiba-tiba ketika aktivitas vulkanik gunung api tersebut meningkat drastis, memicu kepanikan luar biasa di kalangan para pecinta alam yang sedang berada di area puncak.
Laporan mengenai adanya 20 pendaki tersesat dan terluka pertama kali diterima oleh pos pemantau setelah beberapa pendaki berusaha mencari sinyal untuk meminta pertolongan. Situasi menjadi sangat sulit karena Gunung Dukono erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik pekat serta lontaran material pijar. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal segera bergerak cepat menuju titik koordinat terakhir para pendaki untuk memulai proses penyelamatan yang berpacu dengan waktu.
Kondisi medan yang terjal dan tertutup abu vulkanik menjadi tantangan utama bagi Tim SAR Gabungan dalam menjangkau lokasi 20 pendaki tersesat dan terluka. Di sisi lain, ancaman gas beracun saat Gunung Dukono erupsi membuat tim harus menggunakan perlengkapan pernapasan lengkap. Keberadaan para pendaki ini sempat sulit terdeteksi karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat hujan abu yang menyelimuti seluruh jalur pendakian di Kabupaten Halmahera Utara tersebut.
Setelah melakukan penyisiran selama beberapa jam, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan titik kumpul para korban. Dari total 20 pendaki tersesat dan terluka, beberapa di antaranya mengalami luka lecet, sesak napas, hingga trauma akibat terjebak di zona bahaya saat Gunung Dukono erupsi. Proses evakuasi dilakukan secara perlahan dengan mengutamakan korban yang memiliki luka fisik paling parah agar segera mendapatkan penanganan medis di posko darurat terdekat.
Keberhasilan evakuasi 20 pendaki tersesat dan terluka ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara anggota Tim SAR Gabungan dan masyarakat setempat yang paham akan jalur tikus di lereng gunung. Meski kondisi Gunung Dukono erupsi masih fluktuatif, tim tetap mengedepankan prosedur keselamatan kerja (K3) agar tidak ada personel penyelamat yang ikut menjadi korban. Ketegasan pihak berwenang dalam menutup jalur pendakian kini menjadi sorotan utama pasca-kejadian ini.
Menurut keterangan salah satu penyintas, mereka tidak menyangka bahwa Gunung Dukono erupsi akan terjadi secepat itu. Mereka sempat terpisah dari rombongan besar, yang kemudian menyebabkan 20 pendaki tersesat dan terluka di area yang jauh dari jalur utama. Beruntung, respons cepat dari Tim SAR Gabungan mampu mencegah jatuhnya korban jiwa dalam insiden maut yang terjadi di salah satu gunung api paling aktif di Indonesia Timur tersebut.
Kepala Basarnas setempat mengonfirmasi bahwa seluruh 20 pendaki tersesat dan terluka sudah berhasil dibawa turun ke kaki gunung. Meskipun Gunung Dukono erupsi masih berlangsung, area pemukiman warga sejauh ini dinyatakan masih dalam batas aman, namun tetap diimbau untuk waspada. Tim SAR Gabungan kini masih bersiaga di sekitar pintu masuk pendakian guna mengantisipasi adanya pendaki ilegal lain yang mungkin masih berada di atas tanpa izin resmi.
Belajar dari insiden 20 pendaki tersesat dan terluka ini, pihak berwenang kembali mengingatkan pentingnya mematuhi rekomendasi dari PVMBG. Status waspada atau siaga saat Gunung Dukono erupsi seharusnya menjadi sinyal bagi siapa pun untuk tidak mendekati radius bahaya. Tim SAR Gabungan menegaskan bahwa keselamatan nyawa adalah prioritas utama, namun kedisiplinan para pendaki juga sangat menentukan dalam mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.
Para korban yang termasuk dalam kelompok 20 pendaki tersesat dan terluka kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Pihak keluarga yang menjemput pun tak kuasa menahan tangis haru saat melihat anggota keluarga mereka kembali dengan selamat berkat bantuan Tim SAR Gabungan. Di sisi lain, aktivitas Gunung Dukono erupsi masih terus dipantau melalui seismograf untuk mendeteksi adanya potensi letusan susulan yang mungkin lebih besar.
Kejadian 20 pendaki tersesat dan terluka saat Gunung Dukono erupsi ini menjadi pengingat keras bagi para pegiat alam bebas akan bahaya nyata dari aktivitas vulkanik. Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada Tim SAR Gabungan yang telah bekerja keras tanpa lelah dalam menjalankan misi kemanusiaan ini. Tetap waspada, selalu pantau informasi cuaca dan aktivitas gunung api sebelum merencanakan petualangan di alam terbuka.
- Penulis: MFC Team




