Breaking News
Trending Tags

Begal Marak, Polisi dan TNI Turun Tangan Buru Pelaku Kejahatan Jalanan

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026 18:25 WIB
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Hasanah.id- Aksi begal yang kembali marak di sejumlah daerah membuat aparat keamanan bergerak cepat. Tidak hanya kepolisian, TNI juga ikut diterjunkan untuk membantu memburu pelaku kejahatan jalanan yang semakin meresahkan masyarakat.

Keresahan terhadap aksi begal mencuat setelah seorang anggota polisi, Brigadir Arya Supena, tewas ditembak pelaku saat bertugas di Lampung pada 9 Mei 2026. Peristiwa itu memicu respons tegas dari aparat keamanan di berbagai wilayah.

Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf bahkan menginstruksikan jajarannya untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal yang membahayakan masyarakat.

Kasus kejahatan jalanan tersebut tidak hanya terjadi di Lampung. Aksi begal juga dilaporkan muncul di sejumlah daerah lain, termasuk Jakarta, dengan modus perampasan menggunakan kekerasan yang mengancam keselamatan korban.

Di wilayah ibu kota, Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya berhasil menangkap ratusan pelaku dalam operasi yang digelar selama tiga pekan terakhir.

“Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 173 tersangka berhasil diamankan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Para tersangka yang ditangkap diduga terlibat dalam berbagai aksi begal dan tindak kriminal jalanan lainnya yang disertai kekerasan.

Selain kepolisian, TNI juga mulai aktif membantu pengamanan di sejumlah wilayah rawan. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut salah satu alasan pembentukan 750 batalyon baru adalah untuk menekan angka kriminalitas, termasuk aksi begal di daerah.

“Saya ingin sedikit menyinggung, apa manfaat batalyon infanteri teritorial pembangunan. Apa yang kita lihat sebelum ada batalyon teritorial pembangunan. Tadinya di kabupaten tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali,” ujar Sjafrie dalam rapat Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Sjafrie, tingkat kriminalitas di beberapa wilayah menurun signifikan setelah kehadiran pasukan TNI dan pembangunan pangkalan militer di daerah tersebut.

Ia menjelaskan, batalyon teritorial pembangunan juga menjalankan patroli rutin menggunakan kendaraan operasional dari industri pertahanan nasional. Selain itu, keberadaan personel turut menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di masyarakat.

Di Jakarta, Kodam Jaya turut mengerahkan batalion tempur untuk membantu patroli bersama aparat kepolisian dalam memburu pelaku begal.

“Kami sudah melaksanakan patroli bersama mulai dari tingkat bawah. Nah, satuan-satuan yang kami libatkan selain dari satuan kewilayahan Koramil, Kodim kami juga melibatkan satuan batalion tempur,” kata Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Arh Noor Iskak saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).

Keterlibatan TNI dalam operasi tersebut dilakukan untuk mendukung Tim Pemburu Begal yang dibentuk Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Menurut Iskak, langkah itu diharapkan mampu meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga keamanan warga dari ancaman begal dan tindak kriminal jalanan lainnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less