Nia Purnakania: Kesempatan Belajar Harus Terbuka bagi Semua Anak Bangsa
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026 14:09 WIB
- visibility 668
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Nia Purnakania, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak tanpa memandang latar belakang ekonomi, sosial, maupun wilayah tempat tinggalnya. Menurutnya, akses terhadap pendidikan yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang maju dan berdaya saing.
Nia menyampaikan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati layanan pendidikan secara adil dan merata. Ia menilai pendidikan harus dipandang sebagai kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi, bukan sebagai fasilitas yang hanya dapat dinikmati oleh kelompok tertentu.
“Setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang baik. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi atau kondisi lingkungan tempat tinggalnya,” kata Nia.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi sarana untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan harus benar-benar berpihak kepada masyarakat dan mampu menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
Meski berbagai program telah dijalankan, Nia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya adalah ketimpangan fasilitas pendidikan antarwilayah, keterbatasan jumlah tenaga pendidik di beberapa daerah, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak mereka dalam memperoleh layanan pendidikan.
Menurutnya, masih ada warga yang belum mengetahui berbagai program bantuan pendidikan maupun fasilitas pendidikan yang telah disediakan pemerintah. Oleh sebab itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar informasi tersebut dapat diterima secara luas.
“Banyak program yang sebenarnya telah tersedia, tetapi belum seluruh masyarakat mengetahui cara mengaksesnya. Ini menjadi pekerjaan bersama agar informasi dapat tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
Nia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan. Peran orang tua, komite sekolah, komunitas pendidikan, hingga tokoh masyarakat dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak.
Selain itu, ia mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, DPRD, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun serta menjalankan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Nia menegaskan bahwa regulasi yang telah dibuat harus diwujudkan dalam bentuk program nyata, mulai dari penyediaan anggaran yang memadai, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, hingga dukungan khusus bagi kelompok masyarakat yang rentan.
“Tujuan utama pembangunan pendidikan adalah memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang lebih baik. Itulah esensi keadilan yang harus terus kita perjuangkan,” tegasnya.
Ia pun berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait pendidikan agar pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat dapat terwujud secara berkelanjutan.
- Penulis: Bobby Suryo




