Fahmi Radhi UGM: B50 Dapat Tekan Impor Solar Juli 2026
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 08:13 WIB
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penerapan B50 Bisa Tekan Impor Solar Di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Penerapan B50 dijadwalkan mulai diberlakukan nasional pada Juli 2026 sebagai langkah kebijakan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah ini menggabungkan penggunaan B50 yang memadukan biodiesel berbasis minyak sawit bersama solar fosil dalam komposisi yang telah ditetapkan.
Menurut pengamat, B50 diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor solar dan memperkuat pasokan energi domestik.
Fahmi Radhi, pengamat ekonomi energi dari UGM, menilai kebijakan tersebut memiliki tujuan strategis dalam agenda transisi energi Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan campuran biodiesel dapat meningkatkan porsi energi yang lebih ramah lingkungan secara bertahap.
Fahmi juga mengingatkan adanya risiko terhadap sektor pangan apabila kebutuhan minyak sawit untuk energi meningkat tanpa pengaturan.
Secara khusus, ia memperingatkan agar pasokan minyak goreng dalam negeri tidak tergerus sehingga memicu kenaikan harga pasar.
Untuk itu, perhitungan kebutuhan bahan baku dan alokasi produksi harus dilakukan secara cermat dan transparan.
Salah satu tantangan teknis adalah memastikan biaya produksi dan mekanisme subsidi membuat harga akhir tetap kompetitif.
Tanpa harga yang bersaing, transisi pengguna ke campuran baru dapat berjalan lamban dan menimbulkan resistensi pasar.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



