Breaking News
Trending Tags

Rupiah melemah tekan industri Istana dalami klaim 55.000 PHK

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026 10:49 WIB
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah memperketat upaya mitigasi untuk menahan laju PHK di sektor industri yang tertekan oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, menyampaikan bahwa beberapa tekanan ekonomi berpotensi memicu PHK bila tidak segera ditangani melalui kebijakan koordinatif.

Pernyataan itu dikutip di Jakarta, Senin 29 Juni 2026, saat pemerintah merespons informasi tentang gelombang PHK yang diberitakan mencapai 55 ribu pekerja.

Menurut Said Iqbal, konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga bahan bakar bagi industri serta kenaikan harga gas non-subsidi.

Kenaikan biaya energi ini berdampak langsung pada struktur biaya produksi perusahaan manufaktur.

Di sisi lain, penurunan daya beli masyarakat mengakibatkan volume permintaan turun sehingga produksi menurun.

Kondisi tersebut diperburuk oleh pelemahan nilai tukar Rupiah yang meningkatkan beban biaya impor bahan baku dan komponen.

Said Iqbal juga menyoroti kecenderungan relokasi sebagian produksi ke negara lain sebagai faktor eksternal yang menekan aktivitas industri domestik.

Pemerintah saat ini melakukan verifikasi faktual di lapangan untuk memastikan kebenaran dan skala laporan PHK yang beredar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less