Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah: Dana M-One Rp5.800T bisa stabilkan rupiah
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 08:04 WIB
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dana GCA Diharapkan Stabilkan Nilai Tukar Rupiah Di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menyatakan adanya rekening induk beserta sejumlah rekening turunan yang terhubung dengan sistem keuangan internasional.
Menurut Amir, aktivasi rekening induk tersebut melalui mekanisme yang berlaku dapat membawa dampak besar terhadap stabilitas keuangan global.
Ia menilai bahwa kemungkinan efeknya juga mencakup tekanan pada nilai tukar rupiah, dan hal ini terkait langsung dengan klaim tentang rekening induk.
Amir mengkritik ketergantungan negara-negara terhadap pinjaman International Monetary Fund (IMF) yang, menurutnya, membuat banyak pihak sulit keluar dari tekanan ekonomi.
Dia menyebut pinjaman IMF sebagai bentuk jebakan yang memaksa negara-negara mengikuti skema sistem dolar.
Amir menambahkan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki peluang membangun kerja sama ekonomi alternatif tanpa selalu bergantung pada lembaga keuangan internasional.
Lebih jauh, ia mengungkap dugaan adanya dana yang terkait dengan nama “M-One” sebesar Rp5.800 triliun yang pernah ditransfer ke sebuah rekening di Bank Mandiri.
Menurut klaimnya, dana tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan karena terhambat masalah administratif.
Hambatan yang disebutkan meliputi persoalan otorisasi, tanda tangan, serta klaim bahwa pemegang rekening telah meninggal dunia.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




