Hensa, Pendiri KedaiKOPI, menilai program magang pemerintah harus menjamin lapangan kerja
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 13:08 WIB
- visibility 103
- comment 0 komentar
- print Cetak

Program Magang Harus Nyata, Jangan Hanya Angka Kosong
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Hensa, pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, menyambut baik kebijakan pemerintah yang menghadirkan program magang sebagai pintu masuk bagi lulusan baru ke pasar kerja.
Ia menilai program magang membuka peluang pengalaman kerja, namun berpesan agar inisiatif itu tidak berhenti pada fase pelatihan semata.
Hensa juga mengapresiasi keterbukaan informasi dari pejabat seperti Teddy dan Yassierli soal jumlah peserta dan mekanisme pelaksanaan program magang, yang menurutnya memicu harapan publik.
“Kalau harapan dibangun tanpa jaminan lanjutan, malah menjadi masalah,” ujarnya, menekankan risiko ekspektasi yang tidak terkelola.
Hensa mengingatkan agar data capaian sebelumnya dikaji lebih dalam, termasuk catatan bahwa sekitar 30 persen peserta tahun lalu berhasil terserap di dunia kerja.
“Bagus jika 30 persen mendapat pekerjaan, tapi bagaimana nasib 70 persennya?” kata Hensa, mempertanyakan nasib peserta yang belum terserap.
Ia meminta pemerintah memberi kepastian kelanjutan program dan menjelaskan apakah akan ada batch berikutnya.
“Kalau hanya satu gelombang lalu berhenti, itu merugikan masyarakat,” tegasnya.
Hensa mendorong peningkatan peran industri dalam skema magang agar peserta bukan sekadar menjadi anak magang tanpa prospek kerja.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




