Menteri Luar Negeri Guinea-Bissau Fatumata Jau Mendukung Kedaulatan Maroko atas Sahara
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 16:20 WIB
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

Guinea
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Menteri Luar Negeri Guinea-Bissau Fatumata Jau menyatakan secara tegas dukungan Guinea-Bissau untuk Maroko terkait penyelesaian isu Sahara saat bertemu rekaninya di Rabat pada Senin, 29 Juni 2026.
Pertemuan antara Jau dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita menegaskan kembali posisi resmi Guinea-Bissau dan menekankan dukungan Guinea-Bissau untuk Maroko dalam kerangka integritas teritorial.
Dalam pertemuan itu Jau menilai bahwa rencana otonomi yang diajukan oleh Maroko merupakan opsi paling kredibel dan realistis untuk menyelesaikan perselisihan berkepanjangan di Sahara.
Jau menegaskan pilihan itu sebagai pendekatan yang memungkinkan solusi damai dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.
Ia juga menyoroti pembukaan Konsulat Jenderal Guinea-Bissau di Dakhla pada Oktober 2020 sebagai langkah konkret yang memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pembukaan konsulat tersebut disebut Jau sebagai simbol kemitraan politik dan ekonomi antara Bissau dan Rabat.
Dalam pidatonya, Jau menyampaikan apresiasi atas upaya diplomatik Raja Mohammed VI untuk memperoleh pengakuan internasional atas kedaulatan Maroko di Sahara.
Ia menilai inisiatif kerajaan telah membuka jalan bagi pembicaraan yang lebih konstruktif di forum internasional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




