Breaking News
Trending Tags

Mantan Presiden Jokowi Dituduh Merusak Budaya dan Tradisi oleh Ahmad Khozinudin

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 18:37 WIB
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Istilah pembelahan politik digunakan oleh sastrawan politik Ahmad Khozinudin untuk menggambarkan pemisahan dukungan yang menurutnya bersumber dari sikap Presiden Joko Widodo.

Khozinudin menyampaikan kritik tersebut dalam sebuah pernyataan publik yang disampaikan pada Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menegaskan bahwa pembelahan politik berkelanjutan muncul karena kebijakan dan praktek politik yang mempertahankan basis dukungan Jokowi setelah Pilpres 2014 dan 2019.

Khozinudin menilai relawan yang semestinya bubar setelah kontestasi elektoral justru dipertahankan dan diberi peran formal.

Menurut pengamat itu, banyak relawan ditempatkan sebagai komisaris di berbagai BUMN dengan amanat untuk menjaga stabilitas kekuasaan dan berfungsi sebagai jaringan buzzer pemerintahan.

Ia mengklaim langkah ini mengaburkan batas antara kepentingan publik dan bantuan politik terselubung.

Khozinudin juga menyoroti dampak yuridis dari keputusan terkini Mahkamah Konstitusi.

Ia menyebut Putusan MK Nomor 90 sebagai faktor yang merubah batasan konstitusional terkait persyaratan kepemimpinan nasional.

Lebih jauh, Khozinudin menilai pengaruh tersebut merambah ranah budaya dan tradisi lokal, termasuk kasus di Lampung.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less