Breaking News
Trending Tags

Chandramouli Ramanathan: PBB bisa kehabisan kas Agustus

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 23:54 WIB
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan adanya kekurangan dana tunai PBB yang dapat membuat organisasi itu tidak memiliki likuiditas cukup setelah Agustus jika kontribusi negara anggota tidak segera tiba.

Asisten Sekretaris Jenderal untuk Perencanaan Program, Keuangan, dan Anggaran, Chandramouli Ramanathan, menyampaikan peringatan itu kepada publik dan badan-badan anggota.

Ramanathan menegaskan bahwa risiko operasional pada September meningkat tajam tanpa pembayaran tepat waktu dari kontributor utama, sehingga fenomena kekurangan dana tunai PBB menjadi perhatian mendesak.

Sumber utama tekanan adalah ketergantungan pada kontribusi besar dari beberapa negara, terutama Amerika Serikat dan China.

Ramanathan memperingatkan bahwa jika pembayaran dari Amerika Serikat atau China tertunda atau dikurangi, organisasi internasional ini akan menghadapi percepatan masalah likuiditas.

Meski kedua negara itu membayar sesuai jadwal, PBB diperkirakan masih berisiko kehabisan kas pada akhir tahun 2026, menurut pernyataan resmi kantor keuangan PBB.

Akibat potensial dari kekurangan dana tunai PBB mencakup penundaan program, pemotongan anggaran, dan gangguan layanan di kantor-kantor dan operasi lapangan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less