Breaking News
Trending Tags

Ebola di Republik Demokratik Kongo catat 1.502 kasus

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026 01:53 WIB
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo mendorong berbagai upaya tanggap darurat setelah otoritas kesehatan melaporkan lonjakan kasus dan korban jiwa.

Otoritas melaporkan 1.502 kasus terkonfirmasi dan 473 kematian, angka yang meningkatkan kekhawatiran internasional terkait penyebaran penyakit ini.

Saat ini tercatat 628 pasien diisolasi atau menerima perawatan intensif dan 229 pasien dilaporkan telah pulih.

Selain itu pemerintah memantau 213 kasus suspek, termasuk 63 kematian yang belum terkonfirmasi melalui uji laboratorium.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai situasi tetap serius dan terus melakukan pemantauan epidemi di lapangan.

Penyebaran terfokus di provinsi timur seperti Ituri dan Kivu Utara yang menjadi episentrum kejadian.

WHO menyebut wabah ini sebagai salah satu yang terbesar untuk varian Bundibugyo dan menyerukan peningkatan kapasitas respons medis.

Ketidakamanan di wilayah terdampak, termasuk aktivitas kelompok milisi bersenjata, menghambat akses petugas kesehatan ke komunitas terdampak.

Kawasan pertambangan di Ituri memperburuk risiko karena mobilitas tinggi pekerja dan warga dari luar daerah.

Perpindahan orang di lokasi tambang meningkatkan peluang penularan ke wilayah lain jika intervensi tidak cepat dilakukan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less