Menteri LHK Hashim Djojohadikusumo umumkan perdagangan karbon kehutanan Non SPE-GRK siap
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 00:20 WIB
- visibility 91
- comment 0 komentar
- print Cetak

Program Perdagangan Karbon Segera Direalisasikan Oleh Pemerintah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah menyatakan perdagangan karbon kehutanan siap dilaksanakan setelah penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK).
Pengumuman tersebut menegaskan kesiapan perdagangan karbon kehutanan dan disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hashim Djojohadikusumo, pada Senin, 6 Juli 2026.
Hashim mengakui tidak semua inisiatif pemerintah berjalan mulus, dan ia menunjuk persoalan implementasi sebagai hambatan utama terhadap sejumlah program; perdagangan karbon kehutanan dipuji sebagai pengecualian.
Menurutnya, tujuan program sering mulia namun pelaksanaannya yang menentukan berhasil tidaknya kebijakan lingkungan.
Hashim mengatakan beberapa program Prabowo-Gibran memiliki niat baik tetapi terganjal pada tahap eksekusi.
Keberhasilan dinilai muncul dari kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan yang bekerja dalam satu ekosistem.
Proses perizinan dan penerbitan unit karbon melalui skema Non SPE-GRK disebut rampung sehingga proyek siap memasuki pasar.
Hashim memuji peran Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, atas percepatan implementasi proyek tersebut.
Ia menegaskan bahwa koordinasi intensif menjadi faktor penentu percepatan pelaksanaan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




