Breaking News
Trending Tags

Cyril Ramaphosa mengecam tindakan main hakim sendiri

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 13:55 WIB
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Kamp repatriasi sementara di luar Musina menampung ribuan warga negara asing yang mengungsi setelah gelombang protes anti-imigran memaksa banyak migran meninggalkan kota-kota di Afrika Selatan.

Kamp repatriasi sementara itu berada dekat perbatasan dengan Zimbabwe dan berfungsi sebagai titik transit sebelum para migran diangkut kembali ke negara asal mereka.

Di lokasi tenda-tenda besar, keluarga dan individu terlihat ditempatkan secara berpisah, dan banyak penghuni mengeluhkan kondisi sanitasi serta gangguan pernapasan akibat debu; kamp repatriasi sementara menjadi pusat perhatian karena masalah kesehatan publik tersebut.

Sumber di lapangan menyampaikan seorang warga Zimbabwe menegaskan tidak berniat kembali ke Afrika Selatan karena trauma atas kekerasan dan intimidasi yang dialami.

Relawan mengatakan arus kedatangan terus-menerus membuat kapasitas fasilitas cepat penuh sehingga banyak orang hanya bisa ditampung satu sampai dua hari sambil menunggu transportasi pulang.

Organisasi bantuan lokal melaporkan tekanan berat pada layanan sanitasi dan kesehatan di kamp repatriasi sementara, dengan risiko wabah penyakit yang meningkat akibat kepadatan dan debu terbuka.

Beberapa lembaga kemanusiaan, termasuk Gift of the Givers, mendistribusikan kebutuhan dasar seperti makanan, air minum, sabun, tisu basah bayi, dan popok.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less