PDIP Kritik Menteri Purbaya soal Utang Rp9,658 Triliun 2025
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 16:36 WIB
- visibility 81
- comment 0 komentar
- print Cetak

Utang Rp9.658 Triliun 2025, PDIP Kritik Purbaya Soal Fiskal
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Fraksi PDIP menyoroti lonjakan utang yang terjadi sepanjang 2025, dengan sorotan utama terhadap utang pemerintah yang meningkat tajam dan berdampak pada indikator fiskal lainnya.
Anggota Komisi XI DPR RI, Didik Haryadi, menghadirkan catatan keuangan saat Rapat Paripurna DPR RI ke-24 Masa Persidangan V, Selasa, 7 Juli 2026.
Dalam paparan itu Didik menegaskan bahwa utang pemerintah bertambah Rp846 triliun dalam setahun sehingga total tercatat sebesar Rp9,658 triliun hingga akhir 2025.
Rasio utang terhadap PDB pada 2025 dilaporkan mencapai 40,5 persen, naik dari 39,8 persen pada 2024.
Didik juga mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan negara selama 2025 mencapai 92 persen dari target.
Sementara realisasi belanja negara berada pada angka 94 persen, yang menurut PDIP memperlebar celah defisit anggaran.
Defisit anggaran dilaporkan membengkak hingga 108 persen dari batas yang ditetapkan dalam Undang-Undang APBN 2025.
Beban defisit tercatat sebesar 2,81 persen PDB, lebih tinggi dari target APBN 2025 yang dipatok 2,53 persen.
Peningkatan defisit tersebut menyebabkan adanya penambahan beban fiskal sebesar Rp54 triliun.
Menurut Didik, kondisi ini menunjukkan ketidakefektifan pengendalian belanja sesuai kapasitas penerimaan negara.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




