Dirut BRI Sunarso: LAR 8,82% Jadi Peringatan Perbankan
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 21:25 WIB
- visibility 183
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sunarso Soroti Loan At Risk 8,82%, Perbankan Diminta Waspada
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Industri perbankan menghadapi tantangan baru saat bertransformasi menjadi penggerak ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
Peran strategis industri perbankan kini meliputi pembiayaan produktif, penguatan UMKM, dan perluasan inklusi keuangan dalam skala nasional.
Sikap kehati-hatian dalam manajemen risiko disebut kunci agar pertumbuhan industri perbankan dapat berlangsung berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sunarso pada acara Indonesia Best Bank Award 2026 di Jakarta dan dikutip Jumat, 10 Juli 2026.
Sunarso menjabat Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) sekaligus Ketua Himbara.
Ia menegaskan bahwa fokus pada ekspansi usaha tidak boleh mengabaikan pengelolaan risiko secara sistematis.
Menurut Sunarso, fondasi keuangan saat ini jauh lebih kuat dibanding periode krisis moneter 1998.
Indikator kesehatan perbankan yang dikemukakan antara lain Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,97 persen.
Indikator lainnya adalah Non-Performing Loan (NPL) yang tercatat 2,17 persen.
Likuiditas juga menunjukkan posisi sehat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 192 persen.
Meski demikian, Sunarso mengingatkan adanya potensi kerentanan yang perlu menjadi perhatian pengawasan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




