Emas US$4.380/ons dan Perak US$65/ons terpengaruh Fed
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026 09:00 WIB
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Harga emas menanjak tajam pekan ini, menembus level 4.380 Dolar AS per ons dan mencatat kenaikan mingguan kedua secara beruntun.
Pasar logam mulia menunjukkan momentum positif yang juga mengangkat posisi perak ke kisaran 65 Dolar AS per ons.
Meredanya guncangan harga energi terkait konflik Iran dan pelambatan inflasi AS meredam ekspektasi langkah agresif The Fed sehingga turut menopang harga emas.
Dorongan dari sisi permintaan fisik memperkuat penguatan kedua logam tersebut.
Bank sentral menjadi pembeli utama di pasar fisik.
Bank Sentral Tiongkok tercatat memborong 20 ton emas pada Juli, mencatat pembelian berturut-turut selama 21 bulan.
Aktivitas akumulasi tersebut menambah tekanan permintaan global terhadap emas.
Sementara itu, permintaan industri mendongkrak perak terutama untuk produksi panel surya dan jaringan listrik.
Permintaan tersebut tercermin pada lonjakan impor bijih perak Tiongkok sebesar 62,5 persen (YoY) pada Juni lalu.
Peningkatan impor ini menjadi indikator kuat bagi permintaan fisik jangka menengah di pasar perak.
Arah pergerakan berikutnya akan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Rilis data tenaga kerja AS dan petunjuk kebijakan moneter dari Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole juga menjadi katalis tersendiri.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



