APTINDO: Gandum US$310/ton tekan harga terigu nasional
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026 17:50 WIB
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gandum Global Melonjak: APTINDO Ungkap Harga Tepung RI untuk Konsumen dan Pelaku Industri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Harga gandum dunia kembali meningkat tajam, menimbulkan kekhawatiran pada produsen tepung terigu nasional terkait potensi kenaikan biaya produksi.
Data World Bank mencatat U.S. Hard Red Winter (HRW) naik sekitar 27,4 persen, dari rata-rata 243,3 Dolar AS per ton pada 2025 menjadi sekitar 310 Dolar AS per ton pada Juli 2026, sebuah indikator tekanan pada harga gandum global.
Ratna Sari Loppies, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO), menyatakan bahwa kombinasi gangguan ekspor dari kawasan Laut Hitam dan fluktuasi nilai tukar berkontribusi pada lonjakan harga gandum.
Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Ratna, faktor iklim juga menjadi penyebab utama penurunan produksi di beberapa negara pemasok, termasuk AS, yang berdampak pada stabilitas pasokan dan harga gandum.
Produksi yang menurun di negara-negara pemasok dapat memperketat pasokan global dan mendorong harga komoditas tersebut lebih tinggi.
Dominasi impor sebagai sumber bahan baku membuat industri tepung terigu domestik rentan terhadap gejolak pasar internasional dan perubahan nilai tukar.
APTINDO menegaskan bahwa upaya menjaga kenaikan harga terigu dilakukan agar dampak terhadap konsumen dapat diminimalkan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




