Budi Arie Setiadi Perkuat Posisi Tawar Projo di Tengah Dinamika Politik Indonesia
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026 03:03 WIB
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Budi Arie: Memperkuat Posisi Tawar Projo dalam Politik Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Baik
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengeluarkan pernyataan tentang dinamika politik yang berkembang lebih cepat daripada perkiraan untuk 2029. Hal ini dinilai sebagai strategi daripada sekadar prediksi mengenai percepatan Pemilu.
Hamdi Putra, yang merupakan aktivis dari Forum Sipil Bersuara (Forsiber), menegaskan bahwa gagasan mempercepat Pemilu tidak didukung oleh landasan hukum yang kuat. Dia merujuk pada ketentuan dalam UUD 1945 yang menetapkan masa jabatan presiden selama lima tahun.
Lebih lanjut, Hamdi menjelaskan mengenai mekanisme suksesi yang diatur melalui Wakil Presiden atau MPR untuk mengatasi situasi kekosongan. Namun, pernyataan Budi Arie dipandangnya sebagai “trial balloon” untuk menilai respons dari kubu Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Hamdi, langkah ini dapat memperkuat posisi tawar politik Projo dan berpotensi mempertahankan komunikasi strategis dengan Joko Widodo.
Dengan langkah tersebut, Budi Arie mencoba menciptakan kesan bahwa kalender kekuasaan sedang tidak berjalan biasa. Hal ini menuntut para elite politik untuk melakukan evaluasi ulang terhadap posisi mereka.
Sementara itu, Projo berupaya untuk menghidupkan kembali peran jaringan relawan. Tindakan ini langsung memantik reaksi dari Partai Gerindra, yang memilih untuk menjauh dan tetap fokus pada program pemerintahan Prabowo.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




