Evaluasi dan Perbaikan DTSEN: Ina Ammania Soroti Ketidakakuratan Data Sosial di Indonesia
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 07:19 WIB
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Desil DTSEN: Melindungi Kepentingan Rakyat Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Baik dan Berkelanjutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah Indonesia diingatkan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap proses verifikasi, validasi, serta pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal ini sangat penting karena data yang tidak akurat dapat menghambat penyaluran bantuan sosial.
Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia mengatakan, “Adalah tidak adil jika seorang warga yang saat ini hidup dalam keadaan miskin atau rentan, tetapi masih terdaftar dalam desil yang lebih tinggi akibat data yang belum diperbarui.”
Ina menekankan bahwa DTSEN berfungsi sebagai alat untuk menyalurkan bantuan sosial yang sesuai, baik dari segi jumlah maupun waktu. Ia berharap pemerintah bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas DTSEN.
Dia merekomendasikan beberapa langkah. Pertama, mempercepat proses verifikasi dan validasi data hingga tingkat terkecil, seperti desa dan kelurahan.
Langkah ini mesti melibatkan pemerintah daerah, perangkat desa, serta pendamping sosial, tanpa mengabaikan partisipasi masyarakat.
Kedua, penting untuk memperkuat mekanisme pengaduan bagi warga. Warga yang merasa datanya tidak sesuai desil diharuskan bisa mengajukan permohonan perbaikan dengan proses yang mudah dan cepat.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




