Ibrahim Muhammad: Wabah difteri di Kano tewaskan 50 anak
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 08:43 WIB
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Difteri di Nigeria Memanas: 50 Anak Tewas dan Dampak Terhadap Perdagangan Regional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Otoritas legislatif di negara bagian Kano melaporkan sedikitnya 50 anak meninggal dunia akibat wabah difteri yang kini memberi tekanan besar pada fasilitas kesehatan di wilayah barat laut Nigeria.
Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Kano menilai situasi darurat dan meminta penerapan Undang‑Undang Perlindungan Kesehatan provinsi sebagai dasar hukum untuk langkah penanggulangan yang lebih tegas terhadap wabah difteri.
Kasus dilaporkan menyebar ke beberapa wilayah pemerintahan lokal termasuk Rano, Tudun Wada, Kibiya, Bunkure, Bebeji, dan Kiru sehingga kapasitas layanan primer cepat menurun di titik‑titik tersebut karena tingginya kasus.
Anggota dewan yang mewakili Rano, Ibrahim Muhammad, menyebut komunitas Ridin dan Sabuwar Kaura sebagai lokasi dengan laporan kematian terbanyak sehingga menjadi fokus prioritas intervensi medis.
Menurut pernyataan resmi, respons awal terutama terbatas pada distribusi obat dan pengiriman tenaga kesehatan yang jumlahnya belum memadai untuk menjangkau semua area terdampak.
Para legislator mendesak penambahan logistik, pengiriman vaksin dan antitoksin bila tersedia, serta penguatan layanan rawat inap dan fasilitas isolasi untuk mengendalikan penularan wabah difteri.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




