Anggota DPRD Jabar Weni Dwi Aprianti Khawatir Kondisi Lonjakan Covid-19 di Kabupaten Cianjur
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Selasa, 22 Jun 2021 19:49 WIB
- visibility 222
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ADHIKARYA PARLEMEN
Hasanah.id – Cianjur. Sebanyak 11 tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan terpapar virus Covid-19.
Para nakes yang terdiri dari seorang dokter, bidan, perawat dan pegawai itu terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test antigen yang dilaksanakan rutin di puskesmas.
Anggota DPRD Jabar Weni Dwi Aprianti,S.Ab., mengaku khawatir dengan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur. Ia mengajak warga dari seluruh lapisan proaktif melawan penyebaran virus corona, untuk menghindari dampak fatal dari pandemi ini yaitu angka paparan yang tinggi dan kolapsnya fasilitas kesehatan.
“Jumlah orang yang dirawat akibat Covid-19 terus bertambah, bahkan tingkat kematian pun bertambah. Virus ini tidak bisa dilihat oleh mata, tidak bisa dianggap sepele, perlu sebuah langkah kongkrit, sistem kuat agar bisa meredam laju penyebaran covid-19,” ujar Weni saat dikonfirmasi Selasa, 22/06/2021.
Weni mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah daerah kabupaten Cianjur, TNI, Polri dengan skema penyekatan di beberapa pintu masuk Kabupaten Cianjur serta pemberlakuan PPKM Mikro ditingkatkan di setiap wilayah.
“Kalau tidak diadakan sebuah skema sistem yang sesuai dengan kondisi karakteristik wilayah kabupaten Cianjur yang sangat luas akses masuknya dimana-mana ini akan sulit, oleh karenanya perlu sinergitas antar lembaga dan besarnya peran serta masyarakat dalam memahami permasalahan pandemi Covid-19 ini,” jelas legislator PDI Perjuangan asal Dapil Jabar 4 Kabupaten Cianjur ini.
- Penulis: Unggung Rispurwo




