Ineu Purwadewi Ajak Masyarakat Rawat Mustika Rasa, Warisan Kuliner Bung Karno
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 19 Jun 2024 10:06 WIB
- visibility 240
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Penting untuk mengenalkan dan mengajarkan generasi muda tentang kekayaan kuliner tradisional agar mereka bisa menghargai dan meneruskan tradisi ini,” tegasnya.
Selain itu, Ineu mengajak masyarakat untuk mempelajari dan memasak resep tradisional untuk membantu melestarikan resep tersebut.
“Selalu usahakan untuk menggunakan bahan-bahan lokal yang segar dan asli. Ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga menjaga keaslian rasa dari masakan tradisional,” tukas Ineu.
Adapun Mustika Rasa, merupakan kumpulan resep masakan dari seluruh Indonesia. Dikerjakan oleh sebuah panitia di Departemen Pertanian, buku setebal tak kurang 1.200 halaman ini mencerminkan upaya Bung Karno dalam merancang politik kedaulatan pangan pada awal dasawarsa 1960-an.
Di awal dasawarsa 1960-an, Bung Karno merancang sebuah politik pertahanan pangan– kemudian menjadi politik kedaulatan pangan–dalam Dewan Perancang Nasional. Dari situ Bung Karno mencari akal bagaimana caranya menemukan alat untuk menyampaikan gagasan itu. Kemudian disampaikan dalam buku Mustika Rasa.
Mustika Rasa merupakan kumpulan resep masakan dari seluruh Indonesia, setebal tak kurang 1.200 halaman, yang dikerjakan sebuah panitia di Departemen Pertanian selama bertahun-tahun. Situasi politik pasca-Peristiwa G 30 September 1965 nyaris membuat buku itu tidak bisa diterbitkan. Tapi, akhirnya Mustika Rasa bisa terbit di 1967.
- Penulis: Bobby Suryo




