Masih Minim Pendidikan, Diah Fitri Sebut Pelaku UMKM Perlu Akses Sekolah dan Akreditasi yang Lebih Mudah
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 17 Jul 2025 14:52 WIB
- visibility 115
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Diah Fitri Maryani mengingatkan perlunya peningkatan akses pendidikan dan akreditasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang mayoritas berlatar belakang pendidikan rendah—terutama lulusan SMP atau bahkan kurang.
Diah menyebut kondisi ini menghambat daya saing UMKM dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompleks. Ia mendorong pemerintah, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), untuk membuka lebih banyak jalur pendidikan yang sesuai kebutuhan pelaku usaha kecil, antara lain program kejar paket A dan B, sertifikasi keahlian, serta pelatihan manajemen dan pemasaran.
“Pendidikan formal tidak hanya soal ijazah. UMKM juga butuh pengetahuan praktis—mulai hitung cepat, manajemen keuangan, hingga pemasaran digital. Kalau tidak difasilitasi, mereka akan sulit naik kelas,” kata Diah.
Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara Disperindag dengan lembaga formal seperti Balai Latihan Kerja (BLK) atau PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).
“UMKM rentan dari sisi SDM dan administrasi. Program kejar paket dan akreditasi mesti dibuat simpel, fleksibel, dan berbasis kebutuhan, bukan sekadar sertifikat,” ujarnya.
Diah merekomendasikan beberapa langkah strategis seperti Kelas Kejar Paket A/B Terintegrasi, Pelatihan Modal Kecil dan Akreditasi Lembaga, Digitalisasi Birokrasi, dan Kolaborasi Institusi.
- Penulis: Bobby Suryo





