Diah Fitri Maryani: Hari Raya Nyepi Jadi Momentum Refleksi dan Penguatan Nilai Spiritual
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 19 Mar 2026 11:42 WIB
- visibility 1.047
- comment 0 komentar
- print Cetak

Diah Fitri Maryani: Hari Raya Nyepi Jadi Momentum Refleksi dan Penguatan Nilai Spiritual
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan makna keseimbangan hidup melalui keheningan, introspeksi, dan penyucian diri. Momen sakral bagi umat Hindu ini tidak hanya dimaknai sebagai pergantian Tahun Baru Saka, tetapi juga sebagai waktu untuk menata kembali kehidupan secara spiritual dan sosial.
Anggota DPRD Jabar, Diah Fitri Maryani, SE, MM menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Nyepi relevan bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada umat Hindu saja. Ia menekankan bahwa di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, manusia membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dan merenung.
“Nyepi mengajarkan kita untuk memaknai keheningan sebagai kekuatan. Dalam diam, kita dapat melakukan introspeksi diri, mengevaluasi perjalanan hidup, serta memperbaiki hubungan dengan sesama dan Tuhan,” ujar Diah dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, konsep Catur Brata Penyepian yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan), merupakan bentuk latihan pengendalian diri yang sangat penting dalam membangun keseimbangan hidup.
- Penulis: Bobby Suryo




