Nia Purnakania : Hari Nelayan Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan dan Peran Strategis Masyarakat Pesisir
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026 14:57 WIB
- visibility 801
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Peringatan Hari Nelayan Nasional 2026 pada 6 April kembali menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat pesisir dalam menopang kehidupan bangsa. Dengan tema “Pangan Biru dan Nelayan Kuat, Indonesia Berdaulat”, peringatan tahun ini menitikberatkan pada upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia.
Anggota DPRD Jabar, Hj. Nia Purnakania, SH., M.Kn. turut menegaskan komitmennya dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif bagi nelayan, terutama mereka yang berada di sektor tradisional. Perhatian ini dinilai penting mengingat nelayan memiliki kontribusi besar dalam menyediakan sumber pangan laut yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Keberadaan nelayan tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional. Sektor kelautan harus dipandang sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan krisis pangan di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, nelayan bukan hanya pencari ikan, tetapi juga penjaga keseimbangan ekonomi di wilayah pesisir. Oleh sebab itu, dukungan nyata dalam bentuk kebijakan dan program pemberdayaan menjadi hal yang mendesak untuk diwujudkan.
Selain itu, konsep ekonomi biru yang diusung dalam peringatan tahun ini menjadi arah baru dalam pengelolaan sumber daya laut.
“Pendekatan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi laut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang tanpa merusak ekosistem,” sebut legislator PDI Perjuangan tersebut.
Isu perlindungan nelayan juga menjadi sorotan utama. Kondisi cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim sering kali berdampak langsung pada aktivitas melaut.
“Dalam hal ini, diperlukan langkah konkret seperti peningkatan akses informasi cuaca, jaminan keselamatan kerja, serta dukungan peralatan yang memadai dan ramah lingkungan,” ungkap Nia.
Tak hanya itu, keadilan dalam pemanfaatan ruang laut juga menjadi perhatian. Nelayan kecil diharapkan tetap memiliki akses yang adil di tengah meningkatnya aktivitas industri kelautan. Hal ini penting agar tidak terjadi ketimpangan yang dapat merugikan masyarakat pesisir.
Peringatan Hari Nelayan Nasional tahun ini juga menjadi ajang memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan nelayan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai program seperti pelatihan keterampilan, bantuan usaha, dan penguatan kelembagaan nelayan dapat terus dikembangkan.
“Dengan semangat yang diusung, Hari Nelayan 2026 diharapkan mampu menjadi titik awal bagi perubahan nyata. Nelayan yang sejahtera dan kuat diyakini akan berperan besar dalam mewujudkan kedaulatan pangan serta keberlanjutan sumber daya laut Indonesia,” tukas Nia.
- Penulis: Bobby Suryo




