Christin Novalia Ajak Asia-Afrika Perkuat Kolaborasi Ekonomi di Era Baru
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026 11:45 WIB
- visibility 702
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Christin Novalia Simanjuntak, SH., M.Kn. menilai peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika harus diarahkan pada penguatan peran ekonomi kawasan Asia dan Afrika di tengah dinamika global.
Menurut Christin, konferensi yang digelar di Bandung pada 1955 menjadi tonggak lahirnya solidaritas negara-negara yang saat itu berjuang keluar dari penjajahan. Namun kini, tantangan yang dihadapi telah berubah, sehingga pendekatan yang digunakan juga perlu disesuaikan.
Ia menyebut bahwa perjuangan masa kini tidak lagi berfokus pada kemerdekaan politik, melainkan bagaimana negara-negara di kawasan mampu membangun kekuatan ekonomi yang mandiri dan kompetitif. Hal tersebut dinilai penting agar Asia dan Afrika tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama dalam perekonomian global.
“Perubahan zaman menuntut kita untuk lebih adaptif. Negara-negara Asia-Afrika harus mampu memperkuat posisi ekonominya melalui kerja sama yang nyata dan saling menguntungkan,” ujarnya.
Christin menambahkan bahwa pola hubungan antarnegara kini mengarah pada interdependensi, di mana kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global seperti ketimpangan ekonomi dan persaingan pasar internasional. Dalam hal ini, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong kerja sama yang lebih luas dan inklusif.
Sebagai salah satu pelopor KAA, Indonesia diharapkan mampu menjembatani kepentingan negara-negara Asia dan Afrika, khususnya dalam sektor perdagangan, investasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Christin juga menekankan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi sebagai fondasi kerja sama ke depan.
“Kolaborasi harus menghasilkan dampak konkret, bukan sekadar simbolis. Fokusnya adalah kesejahteraan masyarakat di masing-masing negara,” katanya.
Lebih jauh, ia menilai Bandung memiliki nilai historis sekaligus strategis untuk kembali menjadi pusat interaksi global. Kota ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengenang sejarah, tetapi juga ruang dialog yang mendorong lahirnya gagasan baru.
Christin turut menggarisbawahi pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan semangat KAA. Ia menilai pemahaman sejarah akan membuka wawasan mereka terhadap peluang kerja sama internasional yang lebih luas.
Dengan semangat yang terus diperbarui, peringatan tahun ini diharapkan mampu memperkuat posisi Asia-Afrika dalam percaturan ekonomi dunia, sekaligus mendorong terciptanya sistem global yang lebih adil dan berimbang bagi seluruh negara berkembang.
- Penulis: Bobby Suryo



