Breaking News
Trending Tags

Nia Purnakania: Optimalisasi Daerah Irigasi Leuwi Kuya Penting untuk Ketahanan Pangan Jabar

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026 09:13 WIB
  • visibility 821
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Nia Purnakania, SH., M.Kn. menegaskan pentingnya optimalisasi pengelolaan sumber daya air dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) XI DPRD Jawa Barat ke Daerah Irigasi Leuwi Kuya, Kabupaten Bandung, yang meninjau langsung kondisi infrastruktur pengairan di wilayah tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pengelolaan serta upaya optimalisasi air permukaan sebagai sumber daya vital bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian di wilayah Bandung Selatan dan sekitarnya.

Nia menjelaskan bahwa Daerah Irigasi Leuwi Kuya memiliki nilai historis yang sangat penting. Infrastruktur yang dikenal juga dengan Watervang Leuwi Koeja ini dibangun pada tahun 1918 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada masa itu, pembangunan sistem irigasi difokuskan untuk mendukung kebutuhan air bagi perkebunan dan persawahan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan pada era kolonial.

“Sejak awal, kawasan ini memang memiliki peran strategis dalam mendukung pertanian. Hingga saat ini, keberadaan irigasi Leuwi Kuya masih sangat dibutuhkan oleh para petani di sekitar wilayah Bandung Selatan,” ujar legislator PDI Perjuangan tersebut.

Namun demikian, ia menyoroti kondisi infrastruktur yang telah berusia lebih dari satu abad atau sekitar 106 tahun tersebut. Menurutnya, diperlukan perhatian khusus dalam bentuk rehabilitasi serta pemeliharaan berkala, terutama terkait sedimentasi dan kerusakan fisik bangunan irigasi.

Hal ini penting agar fungsi utama sebagai penyalur air permukaan tetap optimal dan mampu menjawab kebutuhan irigasi pertanian masyarakat di masa mendatang.

“Usia infrastruktur ini sudah sangat tua, sehingga diperlukan langkah-langkah perawatan yang serius dan berkelanjutan. Jika tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan akan mengganggu distribusi air bagi lahan pertanian,” jelasnya.

Nia juga menekankan bahwa keberlanjutan sistem irigasi seperti Leuwi Kuya tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, serta masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan fungsi irigasi tersebut.

Ia berharap hasil kunjungan Pansus XI ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya air di Jawa Barat.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal keberlanjutan hidup petani dan ketahanan pangan kita ke depan,” pungkas Nia.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less