Ika Siti Rahmatika Serap Aspirasi Warga Desa Tinggar, Soroti Kontribusi Generasi Muda hingga Jalan Usaha Tani
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026 11:10 WIB
- visibility 817
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika, SE melaksanakan giat pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, pada 17 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung, mulai dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan jalan usaha tani, hingga perhatian terhadap lansia tunggal.
Dalam dialog bersama masyarakat, Ika Siti Rahmatika menyoroti pentingnya keterlibatan warga lokal dalam pelaksanaan Program pemerintah.
Masyarakat menyampaikan harapan terkait pembangunan jalan usaha tani yang hingga kini belum sepenuhnya terhubung antar lahan pertanian. Padahal, akses jalan tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang produktivitas para petani dan memperlancar distribusi hasil pertanian.

Menanggapi hal tersebut, legislator PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa pembangunan jalan usaha tani harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Jalan usaha tani bukan sekadar akses jalan biasa, tetapi sarana penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.
Dalam bidang kepemudaan, para pemuda Desa Tinggar juga menyampaikan aspirasi mengenai peningkatan kapasitas di sektor kebudayaan dan entertainment. Karang Taruna setempat dinilai memiliki potensi besar, terutama dalam pengelolaan perlengkapan usaha seperti sound system, panggung, tenda, dan perlengkapan hiburan lainnya.
Ika Siti menilai potensi generasi muda di Desa Tinggar perlu mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah.
“Anak-anak muda di sini memiliki semangat dan kreativitas yang luar biasa. Tinggal bagaimana pemerintah hadir memberikan pelatihan, pendampingan, dan ruang apresiasi agar potensi tersebut bisa berkembang,” ungkapnya.
Tak hanya itu, perhatian juga tertuju pada pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya menghadirkan program, tetapi juga memberikan pelatihan mengenai pengelolaan, promosi, hingga strategi pemasaran agar koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Permasalahan sosial juga menjadi perhatian dalam kegiatan pengawasan tersebut, khususnya terkait kondisi lansia tunggal. Sejumlah relawan sosial di Kabupaten Kuningan mengaku kesulitan melanjutkan program distribusi makanan bagi lansia akibat keterbatasan biaya operasional.

Ika Siti Rahmatika menegaskan bahwa hasil pengawasan ini akan menjadi bahan evaluasi dan dorongan kepada instansi terkait agar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin ada solusi nyata dan kolaborasi semua pihak agar kesejahteraan masyarakat Desa Tinggar bisa terus meningkat,” tutupnya.
- Penulis: Bobby Suryo




