Breaking News
Trending Tags

Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Indonesia: Tantangan dan Peluang

  • account_circle Hasanah 012
  • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

HASANAH.ID – BANDUNG. – Yayasan Gemilang Sehat melalui Sanyulandy Leowalu, menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif dan holistik terkait kesehatan pada Kamis, 1 Agustus 2024.

“Kesehatan adalah keadaan yang terlepas dari kesakitan secara fisik, mental, sosial, dan kesejahteraan sosial. HKSR mencakup dimensi kehidupan, termasuk memilih pasangan, seksualitas, serta aspek budaya, sosial, dan agama,” ujar Sanyulandy dalam wawancaranya.

Sanyulandy menjelaskan bahwa reproduksi mencakup hak untuk memilih punya anak atau tidak, termasuk penggunaan kontrasepsi. “Hak kesehatan seksual dan reproduksi harus dipenuhi dengan seksualitas yang mencapai kesehatan setinggi-tingginya, bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” tambahnya.

Ada 12 hak HKSR yang harus diperhatikan, dengan empat komponen utama terkait kebebasan dan otonomi. “Keputusan harus bisa diambil tanpa paksaan dan diskriminasi, dengan otonomi atas tubuh sendiri,” jelasnya. Selain itu, akses informasi dan pendidikan, layanan kesehatan gratis, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi juga penting.

Situasi HKSR di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan. “Berita buruk sering kali mendominasi, tetapi ada banyak peluang untuk perbaikan, termasuk UU Kesehatan 2023 yang baru saja diterbitkan. Peraturan turunannya mengakomodir hak kesehatan seksual dan reproduksi,” ungkap Sanyulandy.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 012
expand_less