Lapangan Gasibu dan Gedung Sate Akan Disatukan? Ini Alasan Dedi Mulyadi
- account_circle Atep Hilmansyah
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026 08:56 WIB
- visibility 312
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lapangan Gasibu dan Gedung Sate Akan Disatukan? Ini Alasan Dedi Mulyadi (canva)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, Hasanah,id- Rencana penataan kawasan Lapangan Gasibu resmi dimulai oleh Dedi Mulyadi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan revitalisasi plaza depan Gedung Sate agar terintegrasi langsung dengan Lapangan Gasibu melalui koridor Jalan Diponegoro.
Proyek ini bertujuan menciptakan ruang upacara kenegaraan yang baru. Selama ini, kegiatan upacara seperti peringatan Hari Kemerdekaan dilakukan di Lapangan Gasibu. Namun ke depan, lokasi tersebut direncanakan berpindah ke halaman depan Gedung Sate yang akan diperluas dan ditata ulang.
Menurut Dedi Mulyadi, perubahan ini dilakukan karena halaman Gedung Sate saat ini belum mencerminkan karakter bangunan bersejarah tersebut. Ia menilai area depan Gedung Sate masih terlihat seperti halaman hotel dan belum memiliki kesan monumental sebagai pusat pemerintahan.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemprov Jabar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar. Revitalisasi mencakup penggabungan plaza Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu dalam satu garis lurus dengan luas mencapai 14.642 meter persegi.
Berdasarkan data dari Biro Umum Sekretariat Provinsi Jawa Barat, proyek ini dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026. Selama proses pengerjaan, penataan pedestrian serta elemen ruang terbuka publik juga akan dilakukan guna memperkuat identitas budaya Jawa Barat di kawasan tersebut.
- Penulis: Atep Hilmansyah




