Pengamat: Sudah Saatnya Pemerintah Merancang Pola-pola Adaptasi dan Mitigasi Baru Guna Menekan Angka Bencana
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Kamis, 14 Jan 2021 07:27 WIB
- visibility 279
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Upaya-upaya mitigasi bencana sebetulnya sudah lama dilakukan oleh pemerintah maupun banyak pihak, akan tetapi masih kurang. Sudah seharusnya trend ini ditekan dengan mencari faktor-faktor penekan guna meminimalisir trend ini. Ada dua pola yang harus dilakukan, yaitu pola adaptasi dan mitigasi. Pola adaptasi perlu dipertimbangkan. Kondisi saat ini Kita dituntut merancang pola adaptasi baru, terutama yang harus dilakukan masyarakat yang berada di lokasi kawasan rawan bencana. Kemudian pola mitigasi, tentu pemerintah harus lebih cepat memikirkan bentuk mitigasi bencana sesuai pemetaannya, dan satu hal yang paling penting adalah implementasinya,”
Implementasi pola adaptasi dan mitigasi yang bagus, Yudi menambahkan, kondisi ini tidak terlepas dari penegakan lingkungan dan tata ruang. Saat ini belum ada kesadaran kolektif bahkan secara terbuka mengungkapkan pengakuan kesalahan bersama yang berani bertanggung jawab atas timbulnya bencana.
“Permasalah lingkungan seharusnya tidak berbatas wilayah administratif, tetapi berbasis DAS, disini perlu keterpaduan sama-sama. Aspek koordinasi dan sinergitas di pemerintahan daerah menjadi salah satu masalah tersendiri, masih tingginya ego sektoral justru berpotensi tidak menciptakan solusi. Sudah seharusnya ego sektoral ini dibuang jauh-jauh, sudah saatnya pemerintah memikirkan dan merancang pola-pola adaptasi dan mitigasi baru kebencaan ini agar bisa diterapkan oleh masyarakat guna menekan trend tingginya kebencanaan khususnya bencana berbasis ekologis seperti banjir dan longsor.” tukasnya. (Uwo)
- Penulis: Unggung Rispurwo




