Kekhawatiran Publik Terhadap Kebun Raya Bogor, Peneliti Lakukan Inovasi Pemberian KTP Pohon
- account_circle kusnadi
- calendar_month Jumat, 8 Okt 2021 23:53 WIB
- visibility 256
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebun Raya Bogor
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id– Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional bekerja sama PT Mitra Natura Raya (MNR) melakukan inovasi dalam pemberian identitas terhadap 5.000 tumbuhan secara digital yang disebut dengan KTP Pohon. Hal ini dilakukan untuk menjawab kekhawatiran publik terhadap pengelola Kebun Raya Bogor.
Sebelum diciptakannya identitas digital terhadap ribuan pohon, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah lebih dulu memastikan lima fungsi Kebun Raya Bogor, yaitu konservasi, penelitian, edukasi, wisata, dan jasa lingkungan yang tetap berfungsi secara seimbang dan proporsional.
“Kelima fungsi itu dipastikan berjalan secara seimbang, proporsional, dan berjalan bersamaan. Jadi tidak benar fungsi wisata akan mengalahkan fungsi konservasi,” kata Pelaksana tugas Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN Hendrian.
Pernyataan tersebut disampaikan Plt Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN guna menjawab kekhawatiran publik terhadap pihak pengelola Kebun Raya Bogor terkait pengembangan atau inovasi wisata malam GLOW dengan lampu sorot di Kebun Raya Bogor yang dianggap dapat mengganggu ekosistem, konservasi, dan kepentingan riset.
Sementara itu, Kepala Konservasi MNR Junaedi mengatakan bahwa pemberian nama pohon yang terkoneksi langsung dengan website Kebun Raya Bogor secara digital menggunakan QR barcode ditargetkan berkembang hingga mencapai 15.000 pohon.
- Penulis: kusnadi




