Pemprov Jawa Barat Implementasikan Teknologi Blockchain pada Aplikasi Kepegawaian
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month Jumat, 2 Agt 2024 12:58 WIB
- visibility 205
- comment 0 komentar
- print Cetak

HASANAH.ID - BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah menyelesaikan tahap awal dalam implementasi teknologi blockchain pada aplikasi kepegawaian, khususnya fitur e-pensiun. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov Jabar untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terpercaya.Kadiskominfo Jabar, Ika Mardiah, menyatakan bahwa setelah tahap awal ini, Pemprov akan melanjutkan dengan implementasi blockchain secara menyeluruh pada fitur aplikasi kepegawaian. "Implementasi teknologi blockchain merupakan salah satu upaya kami untuk menghadirkan layanan publik yang aman, nyaman, dan terpercaya," ujarnya pada Selasa (30/7/2024).Blockchain, yang merupakan basis data terdistribusi tahan gangguan dan terdiri dari blok-blok catatan yang ditautkan dan diamankan dengan kriptografi, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah. Selain itu, teknologi ini juga dapat mendorong inovasi dan efisiensi dalam tata kelola pemerintahan.Pemprov Jabar telah membangun teknologi blockchain di tiga node berbeda yang tersebar di tiga pusat data. Hal ini dilakukan untuk memastikan keandalan dan keamanan data. Implementasi blockchain pada aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Jabar memiliki beberapa keunggulan utama.Pertama, memastikan keamanan transaksi. Transaksi pada aplikasi SPBE tidak dapat diubah secara ilegal karena disimpan pada blockchain dengan smart contract yang disetujui bersama.Kedua, menjamin keamanan data. Data yang tersimpan dienkripsi dan dapat diverifikasi, sehingga terhindar dari kebocoran dan penyalahgunaan.Ketiga, meningkatkan transparansi. Semua proses dan transaksi terekam secara permanen dan dapat diakses oleh pihak yang berwenang, sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas."Penerapan blockchain di lingkungan Pemprov Jabar akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari aplikasi-aplikasi kritikal. Setelah sukses di tahap awal, implementasi akan diperluas ke seluruh aplikasi SPBE Jabar," pungkas Ika Mardiah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah menyelesaikan tahap awal dalam implementasi teknologi blockchain pada aplikasi kepegawaian, khususnya fitur e-pensiun. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov Jabar untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terpercaya.
Kadiskominfo Jabar, Ika Mardiah, menyatakan bahwa setelah tahap awal ini, Pemprov akan melanjutkan dengan implementasi blockchain secara menyeluruh pada fitur aplikasi kepegawaian. “Implementasi teknologi blockchain merupakan salah satu upaya kami untuk menghadirkan layanan publik yang aman, nyaman, dan terpercaya,” ujarnya pada Selasa (30/7/2024).
Blockchain, yang merupakan basis data terdistribusi tahan gangguan dan terdiri dari blok-blok catatan yang ditautkan dan diamankan dengan kriptografi, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah. Selain itu, teknologi ini juga dapat mendorong inovasi dan efisiensi dalam tata kelola pemerintahan.
Pemprov Jabar telah membangun teknologi blockchain di tiga node berbeda yang tersebar di tiga pusat data. Hal ini dilakukan untuk memastikan keandalan dan keamanan data. Implementasi blockchain pada aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Jabar memiliki beberapa keunggulan utama.
- Penulis: Hasanah 012



