Ombak Besar di Debut Maluku, Kapal Mahasiswa KKN UGM Tenggelam
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month 03 Juli 2025, 14:51 WIB
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Petaka menimpa rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN UGM) di perairan Debut, Maluku Tenggara. Kapal longboat yang mereka tumpangi terbalik akibat ombak besar, menyebabkan dua mahasiswa kehilangan nyawa. Insiden pada Selasa, 1 Juli 2025, pukul 15.28 WIT itu mengguncang keluarga besar UGM dan menorehkan duka mendalam.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Rustamadji, menyampaikan kabar duka bahwa korban meninggal adalah Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo, keduanya berusia 21 tahun.
“Kami kehilangan sosok muda yang penuh potensi dan semangat. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga diberi ketabahan,” ujar Rustamadji.
Septian merupakan mahasiswa Program Sarjana Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM, sedangkan Bagus adalah mahasiswa Program Sarjana Fakultas Kehutanan UGM. Kedua korban tergabung dalam Unit KKN-PPM Manyeuw, Maluku Tenggara.
Rustamadji menambahkan, Septian dikenal sebagai mahasiswa cerdas dan rendah hati dengan komitmen tinggi pada pendidikan dan pengabdian. Sementara itu, Bagus dikenal aktif, peduli lingkungan, dan berdedikasi pada setiap kegiatan.
Kecelakaan bermula ketika tujuh mahasiswa KKN bersama lima warga berangkat menggunakan dua speedboat pada pukul 11.00 WIT untuk mengambil pasir di Pulau Wahru, bagian dari program Revitalisasi Terumbu Karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR). Dalam perjalanan kembali, satu perahu dihantam gelombang pasang dan angin kencang hingga terbalik.
UGM memastikan semua langkah penanganan dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi untuk mendampingi mahasiswa yang terdampak insiden ini. Rustamadji menegaskan bahwa pihak kampus telah berkomitmen memberikan perhatian penuh dalam proses penanganan darurat, termasuk pemulangan korban.
“UGM tengah melakukan koordinasi intensif antara dosen pembimbing lapangan (DPL), Kagama, dan mitra lokal, memberikan dukungan psikologis dan logistik bagi tim mahasiswa, serta memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal dengan pendampingan universitas,” lanjut Rustamadji.
Dari tujuh mahasiswa, lima berhasil selamat, satu ditemukan meninggal saat evakuasi, dan satu lainnya sempat hilang sebelum jenazahnya ditemukan malam harinya pukul 23.00 WIT.
Sementara itu, Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Frans Duma, dalam keterangannya yang dikutip dari ameks.id, mengatakan rombongan longboat awalnya berangkat dari Pulau Wearhu menuju Desa Debut setelah mengangkut pasir. Namun saat perjalanan kembali untuk mengambil pasir tambahan, kapal terbalik sekitar pukul 15.00 WIT karena dihantam ombak besar.
“Dalam perjalanan kedua, kapal yang mereka tumpangi dihantam ombak besar hingga terbalik. Saat itu mereka sudah membawa sekitar 30 karung pasir,” ujar Duma.
Lima mahasiswa dan lima warga berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan medis. Tiga mahasiswa, yaitu Muhammad Arva Sagara dan Ridwan Rahadian dirawat di RS Karel Satsuitubun Langgur, sedangkan Afifudin Baliya di RS Hati Kudus Langgur. Sementara dua mahasiswa lainnya, Deren dan Pratista Halimawan, dinyatakan dalam kondisi stabil tanpa memerlukan perawatan.
Berikut daftar ketujuh mahasiswa yang terlibat:
- Penulis: Hasanah 014



