Breaking News
Trending Tags

Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya, DPR Minta Penyidikan Transparan

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month Senin, 11 Agt 2025 11:15 WIB
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, NTT, menuai kecaman dari Anggota Komisi I DPR RI, Andina Narang. Ia menilai kejadian tersebut bukan sekadar kesalahan individu, melainkan persoalan struktural di tubuh TNI yang perlu segera dibenahi.

Politikus asal Kalimantan Tengah itu menyampaikan rasa duka mendalam dan menekankan perlunya sanksi tegas serta penghentian budaya kekerasan di lingkungan militer. Menurutnya, siklus perundungan hanya dapat dihentikan jika setiap pelanggaran diproses secara adil dan transparan.

“Kita harus menghentikan siklus perundungan dan doktrin-doktrin kekerasan ini dengan memastikan bahwa setiap pelanggaran mendapat sanksi yang setimpal dan transparan. Tidak ada lagi ruang bagi impunitas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan harus bertanggung jawab penuh tanpa perlindungan institusional, demi menjaga martabat korban dan integritas TNI.

“Siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan harus bertanggung jawab penuh atas perbuatannya, tanpa perlindungan institusional atau pembiaran. Keadilan harus ditegakkan demi martabat korban dan integritas TNI,” tegasnya.

Menyinggung rantai komando di batalion tersebut, Andina mendesak evaluasi menyeluruh dan penyelidikan terbuka demi mengembalikan kepercayaan publik.

“Penyelidikan yang transparan dan akuntabel adalah kunci untuk mendapatkan kepercayaan publik,” ucapnya.

Ia juga menolak segala bentuk kekerasan yang dibenarkan dengan alasan pembinaan fisik atau perpeloncoan. Menurutnya, membentuk prajurit profesional tidak boleh mengorbankan nyawa.

“Fokus utama kita seharusnya adalah membangun TNI yang profesional, tangguh, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara, tanpa harus mengorbankan nyawa,” katanya.

Selain itu, ia menilai perlu ada pembaruan pedoman dasar di setiap satuan TNI agar perilaku prajurit selaras dengan perkembangan zaman dan kompleksitas ancaman.

“Harus ada perubahan dari pedoman dasar di setiap satuan-satuan TNI bagi seluruh prajurit TNI dalam bertindak dan berperilaku. Ini penting mengingat perubahan ancaman, kemajuan teknologi dan tuntutan tugas jauh lebih besar dan harus lebih diprioritaskan dalam organisasi TNI dalam kerangka berpikir ke depannya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pengawasan ketat oleh komandan satuan menjadi benteng terakhir untuk mencegah kekerasan di lingkungan militer.

“Pengawasan yang efektif akan menjadi benteng terakhir kita dalam mencegah tindakan kekerasan yang tidak perlu,” tutupnya.

Sementara itu, Prada Lucky diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. Kodam IX/Udayana mengungkapkan 20 prajurit TNI AD telah diperiksa terkait kasus ini. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan empat prajurit telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 16 lainnya masih dimintai keterangan.
“Saat ini dari sejumlah personel yang diperiksa baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, sementara oleh penyidik Pomdam IX/Udayana sudah ditetapkan 4 orang tersangka dan dilaksanakan penahanan di Subdenpom IX/1-1 di Ende,” ujarnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less