Eko Patrio Klarifikasi dan Minta Maaf Usai Video Parodi DJ Sound Horeg Dikritik
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Senin, 25 Agt 2025 11:20 WIB
- visibility 121
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan Foto Eko Patrio (kedua dari kiri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio meluruskan perdebatan yang menyeret namanya. Ia menyampaikan permohonan maaf setelah unggahan video parodi berperan sebagai DJ dengan sound system bertenaga besar menuai kritik luas dari masyarakat.
Eko menuturkan, tayangan itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menantang publik ataupun menyindir pihak tertentu. Ia mengaku siap meminta maaf jika ada pihak yang menafsirkan sebaliknya.
“Enggak ada (maksud apa-apa). Malah jauh banget itu (tafsirnya). Seandainya ada yang bagaimana-bagaimana, ya saya sebagai pribadi minta maaf lah,” ujarnya di kawasan Senayan Park, Jakarta, Minggu (24/8/2025) malam.
Ia juga menambahkan, pembuatan video tersebut hanyalah bagian dari kegiatan internal selepas perayaan Hari Kemerdekaan. Menurutnya, momentum itu berhubungan dengan kegiatan penutupan panitia.
“Enggak ada maksud apa-apa. Memang itu kemarin kan kita acara pembubaran panitia 17 Agustus-an,” jelasnya.
Kontroversi bermula ketika rekaman Eko Patrio bersama sejumlah anggota DPR berjoget dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR 2025 tersebar di media sosial. Aksi itu segera menuai sorotan publik yang menilai perilaku tersebut tidak pantas dilakukan wakil rakyat.
Alih-alih meredam kritik, Eko kemudian mengunggah sebuah video parodi di akun TikTok pribadinya @ekopatriosuper. Dalam rekaman itu, ia tampak berperan sebagai DJ yang memutar musik dengan sound system berkapasitas besar atau yang populer disebut sound horeg.
Video tersebut menampilkan pula beberapa orang berseragam partai yang ikut berjoget mengikuti alunan musik. Pada layar, Eko menyelipkan tulisan singkat menanggapi kritik sebelumnya.
“Biar jogednya lebih keren pakai sound ini aja,” tulisnya.
Namun, alih-alih mengundang simpati, unggahan itu kembali memicu gelombang kritik. Banyak warganet menilai respons tersebut menunjukkan sikap menantang ketimbang reflektif atas protes yang sebelumnya disampaikan publik.
- Penulis: Hasanah 014



