Nafa Urbach Putuskan Gaji dan Tunjangan DPR Disalurkan untuk Guru
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Rabu, 27 Agt 2025 12:07 WIB
- visibility 125
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto Nafa Urbach
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Nafa Urbach, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, menyatakan akan menyerahkan seluruh gaji dan tunjangan yang diterimanya kepada masyarakat di daerah pemilihannya. Langkah itu diprioritaskan bagi kalangan guru yang dinilainya berjasa besar dalam dunia pendidikan.
Komitmen tersebut ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (26/8/2025). Nafa sendiri terpilih dari Dapil Jawa Tengah VI yang mencakup wilayah Magelang, Purworejo, Temanggung, dan Wonosobo.
Ia menuturkan keresahan publik mengenai besarnya tunjangan wakil rakyat turut menjadi perhatiannya. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia memastikan hak keuangannya akan disalurkan kembali kepada konstituen.
“Saya mendengar keresahan masyarakat terkait tunjangan pejabat yang ramai belakangan ini. Sebagai bentuk komitmen saya kepada rakyat, saya memilih untuk mengalokasikan gaji dan tunjangan saya kepada masyarakat di dapil saya, khususnya para guru yang telah berjuang mendidik generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Sebelumnya, Nafa sempat menuai kritik setelah komentarnya di media sosial dinilai membela tunjangan rumah DPR sebesar Rp50 juta per bulan. Kala itu, ia menyinggung persoalan jarak tempat tinggalnya di kawasan Bintaro dengan gedung DPR di Senayan. Gelombang kritik semakin kencang karena isu tunjangan tersebut turut memicu aksi unjuk rasa di kompleks parlemen, Senin (25/8).
Dalam kesempatan lain melalui fitur pertanyaan di Instagram, Nafa kembali menegaskan penyaluran gaji dan tunjangan akan diprioritaskan untuk guru. Ia menyebut proses pendataan perlu dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Untuk tahap awal, fokus saya adalah para guru. Tapi, tentu ini butuh waktu untuk mendata guru-guru di dapil dengan baik agar penerimaannya tepat sasaran dan transparan,” jelasnya.
Agar publik dapat mengawasi, Nafa menyatakan laporan mengenai penyaluran dana akan diumumkan secara berkala.
“Semua proses akan saya laporkan secara berkala, agar masyarakat bisa ikut mengawasi,” tambahnya.
Ia menekankan keputusan memprioritaskan guru dilandasi keyakinan bahwa profesi tersebut memiliki kontribusi penting dalam mencerdaskan bangsa.
“Mereka adalah pahlawan pendidikan yang telah berjasa besar,” tegasnya.
Meski guru menjadi fokus utama, Nafa tetap membuka ruang agar kelompok lain di dapil juga bisa memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.
“Namun saya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberi masukan: apakah hanya guru, ataukah ada kelompok lain yang juga perlu kita bantu bersama,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan program penyaluran gaji dan tunjangan itu akan dimulai pada September 2025 setelah tim di dapil menyelesaikan pendataan.
“Saya paham tidak semua orang bisa percaya, atau banyak yang akan bilang ini pencitraan. Saya akan buktikan lewat tindakan nyata dan transparansi. Beri saya waktu untuk mendata para guru di Dapil6,” ungkapnya.
Nafa meminta masyarakat bersabar sembari menunggu proses pendataan agar penerima bantuan benar-benar mereka yang membutuhkan.
“Sabar yah, saya dan tim dapil butuh waktu supaya yang menerima benar-benar orang yang membutuhkan dan kesulitan, kita mulai ini bulan depan,” tutupnya.
- Penulis: Hasanah 014




