Duka Uya Kuya Setelah Rumah Dijarah dan Hewan Kesayangan Raib
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Selasa, 2 Sep 2025 19:40 WIB
- visibility 114
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Rumah Uya Kuya di kawasan Duren Sawit Jakarta Timur disatroni sekelompok orang pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Kejadian ini tidak hanya mengakibatkan kehilangan sejumlah barang, tetapi juga beberapa hewan peliharaannya. Uya kemudian membagikan kondisi rumahnya melalui unggahan di media sosial untuk menunjukkan situasi pasca-insiden.
Dalam unggahan tersebut, Uya menyampaikan pesan kepada pihak yang mengambil barang-barang miliknya. Ia menekankan bahwa hasil jarahan tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi mereka yang membawanya pergi.
“Semoga apa yang kalian ambil bermanfaat buat kalian,” ujarnya.
Ia juga mengunggah foto-foto beberapa kucing yang belum ditemukan setelah peristiwa tersebut. Kehilangan hewan peliharaan menjadi bagian yang paling membuatnya bersedih dibanding barang-barang yang raib.
“Ini juga belum ketemu,” ucapnya.
Sherina Munaf bersama timnya diketahui telah berhasil menyelamatkan salah satu kucing peliharaan Uya Kuya. Meski begitu, ia tetap merasa kehilangan mendalam karena hewan-hewan lainnya belum ditemukan. Ia pun menyatakan bahwa dirinya berusaha menerima keadaan ini dengan lapang dada.
“Enggak apa-apa aku ikhlas. Cuma kalau kalian lihat kerja ku selama ini seperti apa. Cuma yang sedih kucing-kucing makhluk hidup juga dijarah gitu saja,” kata Uya Kuya.
Tidak hanya membicarakan kehilangan kucing, Uya Kuya juga mengungkapkan permohonan maaf secara terbuka kepada publik. Ia menyadari bahwa situasi belakangan ini menimbulkan keresahan dan dampak besar di tengah masyarakat. Permintaan maaf itu disebutnya datang dari lubuk hati terdalam tanpa paksaan dari pihak mana pun.
“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Tulus dari lubuk hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini atas perbuatan yang saya lakukan baik sengaja ataupun tidak sengaja,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut telah meninggalkan luka yang mendalam, terutama bagi pihak-pihak yang menjadi korban bentrokan. Menurutnya, situasi ini tidak seharusnya terjadi apabila semua pihak dapat menahan diri.
“Kami memahami bahwa apa yang terjadi ini mengakibatkan luka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Terutama korban yang harus gugur dan terluka akibat bentrokan-bentrokan yang terjadi,” tegasnya.
Tak lama setelah pernyataan maaf itu, Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) mengambil langkah tegas. Uya Kuya bersama rekannya Eko Patrio dinonaktifkan dari keanggotaan DPR. Meski demikian, keduanya masih akan menerima hak keuangan sesuai ketentuan yang berlaku.
- Penulis: Hasanah 014





