Dedi Mulyadi Terbitkan Edaran Donasi Rp1.000 Sehari untuk Warga Jawa Barat
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Senin, 6 Okt 2025 09:32 WIB
- visibility 100
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginisiasi gerakan donasi harian melalui surat edaran yang diterbitkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi (KDM). Dalam edaran tersebut, aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat diimbau menyisihkan Rp1.000 per hari untuk mendukung kebutuhan sosial di bidang pendidikan dan kesehatan.
Surat edaran bernomor 149/PMD.03.04/KESRA tertanggal 1 Oktober 2025 itu memuat ajakan agar masyarakat menghidupkan kembali nilai gotong royong dan semangat saling membantu yang berakar dari budaya Jawa Barat.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa gerakan ini berlandaskan nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh, yang diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial antarwarga.
“Melalui gerakan ini, setiap ASN, pelajar, dan masyarakat diimbau untuk menyisihkan Rp1.000 per hari sebagai wujud kesetiakawanan dan sukarela sosial,” bunyi surat edaran tersebut.
Gerakan donasi yang diberi nama Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) ini dijalankan dengan prinsip ‘dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat’, dengan tujuan mewujudkan visi Jawa Barat Istimewa. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak, khususnya dalam pendidikan dan kesehatan.
Dalam edaran itu juga dijelaskan bahwa seluruh proses pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, serta pelaporan dana dilakukan oleh pengelola setempat. Para pengelola bertanggung jawab menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapannya.
Laporan mengenai penggunaan dana akan dipublikasikan secara berkala melalui aplikasi Sapawarga, Portal Layanan Publik, dan media sosial resmi tiap wilayah agar masyarakat dapat memantau secara langsung perkembangan dan pemanfaatan donasi tersebut.
Surat edaran itu ditujukan kepada bupati/wali kota se-Jawa Barat, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar, serta kepala kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.
Dedi Mulyadi meminta seluruh kepala daerah agar turut menyosialisasikan serta memfasilitasi pelaksanaan gerakan ini di wilayah masing-masing. Ia menekankan pentingnya pengelolaan donasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menjelaskan bahwa pengumpulan dana dilakukan melalui rekening khusus di Bank BJB dengan format nama rekening “Rereongan Poe Ibu – (nama instansi/sekolah/unsur masyarakat)”.
“Gerakan ini harus berjalan baik agar benar-benar menjadi kekuatan solidaritas masyarakat Jawa Barat. Dengan rereongan, kita wujudkan Jawa Barat istimewa,” ujarnya.
- Penulis: Hasanah 014





