Dadan Hindayana Ungkap Kekhawatiran Jika Dana MBG Disalurkan dalam Uang Tunai
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Rabu, 8 Okt 2025 09:36 WIB
- visibility 122
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto Kepala BGN, Dadan. (Sumber: Dok. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan alasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak disalurkan melalui uang tunai. Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa jika bantuan diberikan langsung kepada orang tua dalam bentuk uang, dana tersebut bisa disalahgunakan dan tidak sesuai dengan tujuan program.
Menurut Dadan, pemberian MBG dalam bentuk makanan siap saji dinilai lebih efektif untuk memastikan manfaatnya benar-benar diterima oleh anak-anak sekolah.
“Kita tidak menggunakan metode di mana uang dikirim ke orang tua, kemudian orang tua suruh masak ya, itu satu sisi kita ada kekhawatiran bahwa uang ini tidak akan tepat guna,” tegasnya dalam diskusi Food Business Opportunity Zona Pangan di Jakarta, Selasa (7/10).
Selain memastikan ketepatan sasaran, Dadan menuturkan, penyaluran MBG dalam bentuk makanan juga mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah. Ia menjelaskan bahwa setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur MBG mendapatkan alokasi dana sekitar Rp10 miliar, dengan sekitar 85 persen digunakan untuk membeli bahan baku dari produk pertanian lokal.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut turut membuka lapangan kerja baru, terutama bagi perempuan di sekitar lokasi dapur MBG. Dengan adanya peluang kerja tersebut, diharapkan masyarakat sekitar dapat memperoleh tambahan penghasilan dan menekan kemiskinan ekstrem.
“Di mana di situ ada ibu-ibu yang selama ini tidak bekerja, jadi bisa bekerja, dan kemudian bisa mendapatkan tambahan penghasilan sehingga kemiskinan ekstrem bisa kita hilangkan di lokasi di mana SPPG berdiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memberikan arahan agar pelaksanaan program MBG terus dilanjutkan, meski masih ditemukan kasus keracunan di beberapa daerah. Ia menuturkan bahwa masyarakat menanti keberlanjutan program tersebut.
“Yang terkait dengan kegiatan MBG, saya tetap diperintahkan oleh Pak Presiden (Prabowo) untuk melakukan percepatan-percepatan karena banyak anak, banyak orang tua yang menantikan terkait kapan menerima Makan Bergizi Gratis,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/10).
Dadan menegaskan, pihaknya akan tetap menjalankan arahan tersebut selama tidak ada perubahan kebijakan dari Presiden. Namun, ia memastikan dapur MBG yang terbukti bermasalah akan diberhentikan sementara untuk evaluasi.
“Di luar perintah itu saya tetap melaksanakan, kecuali nanti Pak Presiden mengeluarkan perintah lain,” tambahnya.
Sebagai langkah pengawasan, BGN juga menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditemukan bermasalah, guna memastikan keamanan serta kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
- Penulis: Hasanah 014





